Waste Democracy (From Waste By Waste To Waste) : Kreasi Sulap Alat...

Waste Democracy (From Waste By Waste To Waste) : Kreasi Sulap Alat Penyaringan Alami Berbahan Dasar Limbah Organik

0
BAGIKAN

Oleh : Ana Mayuha
(Mahasiswa Pendidikan Kimia Universitas Sultan Ageng Tirtayasa)

Wabah virus COVID-19 pertama kali hadir tepatnya pada akhir bulan Desember tahun 2019 di kota Wuhan, China. Pada tanggal 9 Maret 2020 WHO (World Health Organization) atau badan kesehatan dunia sendiri menyatakan bahwasannya virus COVID-19 masuk ke dalam wabah pandemi (WHO, 2020). Karena melihat penyebarannya yang cukup luas hingga berbagai negara khusunya Indonesia. Di Indonesia sendiri, pandemi virus corona hingga saat ini belum juga mereda bahkan angka kasusnya semakin meningkat hingga tidak sedikit dari beberapa wilayah provinsi atau daerah yang ada di Indonesia ditetapkan zona merah bahkan ada juga yang berzona hitam. Hal itu karena angka penyebaran virus COVID-19 di wilayah tersebut yang melonjak drastis dimana perharinya bisa mencapai 1000 kasus terkonfirmasi positif. Penyakit ini termasuk ke dalam daftar penyakit menular yang disebabkan oleh syndrom pernafasan yang sudah akut dan parah yaitu coronavirus-2 (SARS-CoV-2) (Islam dkk., 2020 ; Nghiem dkk., 2020; Wang dkk., 2020 ). Adapun gejala dari infeksi COVID-19 sendiri diantaranya yaitu demam disertai menggigil, batuk kering disertai sakit tenggorokan, sesak atau sulit untuk bernafas, mual disertai muntah, kelelahan dan diare. (Huang et al., 2020; Wang dkk., 2020). Untuk yang gejala kasusnya berat maka dapat menyebabkan cedera jantung, gagal nafas, pernafasan akut bahkan kematian ( Holshue, 2020 ; Wang et al., 2020). Sejak adanya wabah virus COVID-19 yang menyerang hampir seluruh negara di berbagai belahan dunia membuat kewalahan berjuta penduduk dunia karena tidak sanggup dalam menekan dan melawan berbagai dampak yang ditimbulkan dari merebaknya virus COVID-19. Berbagai dampak tersebut nyatanya melemahkan sistem kehidupan penghuni bumi yakni masyarakat dunia. Tidak hanya itu, banyak pihak-pihak yang merasa dirugikan karenanya. Sistem ekonomi yang semakin melemah dimana banyak pemutusan kerja sepihak bahkan investasipun terhambat. Hal itupun tentu dinilai dapat merusak tatanan perekonomian yang ada di Indonesia sendiri. Selain itu, kesehatan yang terancam bahkan sistem pendidikanpun hampir terancam punah. Untuk mengontrol dan menekan angka penyebaran virus COVID-19 dan mengurangi tingkat kematian, pemerintah di sebagian besar negara yang terkena dampak mengeluarkan kebijakan sosial distancing dan pembatas sosial berskala besar dengan membatasi laju gerak transportasi serta menghindari kerumunan yang dilakukan semata-mata untuk membatasi pergerakan sosial dan aturan untuk mematuhi protokol kesehatan dengan senantiasa menggunakan masker dan rajin mencuci tangan.

Jika dilihat dengan kaca mata keseluruhan, memang benar bahwasannya adanya pandemi ini telah melumpuhkan global baik gangguan ekonomi secara langsung maupun tidak langsung yang juga sebetulya dapat berdampak pada lingkungan sekitar seperti peningkatan kualitas air dan udara, pemulihan ekologi dan pengurangan kebisingan. Selain itu, penggunaan alat pelindung diri seperti masker, sarung tangan, baju pelindung, pelindung awajah dan sejenisnya yang habis pakai setelahnya dibuang ke sembarang tempat tanpa memikirkan resiko atau impact yang ditimbulkan bagi lingkungan sekitar. Hal itu tentunya dapat mencemari lingkungan dimana banyaknya limbah yang tak terpakai menumpuk dan jika dibiarkan maka lama kelamaan akan membuat lingkungan yang semula asri menjadi tidak asri, dapat menjadi ladang penyakit baru yang bermunculan di masa pandemi yang tentunya tidak hanya merugikan diri pribadi tetapi khalayak orang apalagi di masa pandemi ini. Selain itu hal yang dapat menimbulkan efek negatif bagi lingkungan yaitu penggunaan disinfektan yang berlebihan dapat menimbulkan ekologi menjadi tidak seimbang meskipun secara keseluruhan penggunaan disinfektan ini secara ekstensif dapat membasmi spesies baik spesies yang dinilai sangat merugikan bagi manusia maupun spesies yang menguntungkan. Hal lain yang dapat menimbulkan pencemaran lingkungan yaitu maraknya pembuangan limbah air sisa industri yang jika dibiarkan hal ini juga dapat menjadikan maraknya perkembangbiakan kuman dan virus terutama virus SARS-CoV-2 yang ternyata dapat menyebar melalui air limbah. Selain itu, pembuangan limbah air yang sembarang misalnya di sungai dan laut dapat membahayakan bagi ekosistem laut dan makhluk hidup perairan. Berdasarkan permasalahan tersebut dapat kita fahami bahwa adanya pandemi COVID-19 ini membawa dampak tersendiri baik yang menguntungkan maupun yang merugikan. Untuk dampak positif yang menguntungkan ini perlu kita syukuri dan sebagai ajang motivasi diri untuk senantiasa produktif, kreaktif dan inovatif dalam menghadapi hal-hal yang dinilai kurang mensejahterakan hirup kita.

Adapun untuk dampak negatif dan membawa kerugian, maka sebisa mungkin kita minimialisir dengan cara menyusun strategi dan solusi untuk menyelamatkan kehidupan dan kesejahteraan selama masa pandemi COVID-19. Oleh karena itu, saya mencoba menciptakan terusan inovasi sebagai solusi dan stretegi potensial yang berkelanjutan demi kesejahteraan hidup makhluk di bumi dan bersama-sama memerangi virus COVID-19 yang telah banyak merenggut nyawa dan melumpuhkan tatanan kehidupan manusia. Alternatif ini dibuat berdasarkan prinsip green chemistry berupa green science dan technology yang ekonomis dan ramah lingkungan. Green science ini merupakan suatu ilmu terapan dalam pemeliharaan kualitas lingkungan guna mengurangi dampak negatif dari proses industri dengan cara mengurangi pengunaan sumber daya alam yang tidak terbarukan dan juga mengarahkan kepada teknologi berkelanjutan sebagai solusi alternatif dalam meminimalisir pencemaran lingkungan dan memenuhi kebutuhan masyarakat di masa depan tanpa merusak sumber daya alam yang ada.

Baca Juga :   Alasan Kita Menguap dan Penyebab Menguap Bisa Menular

Alternatif yang saya rencanakan ini sebagai solusi berkelanjutan yang dapat dikerjakan dan dicoba oleh setiap kalangan masyarakat karena pengerjaannya yang mudah dan ekonomis. Alternatif ini merupakan produk luaran yang diangkat dari hasil analisis permasalahan yang ada di lingkungan sekitar baik di negara Indonesia maupun negara lain yang ada di dunia. Misalnya pencemaran air terutama pemcemaran limbah industri baik yang berasal dari rumah tangga maupun industri yang dibuang secara sembarangan ke perairan tanpa mengolahnya terlebih dahulu padahal kita ketahui bahwasannya limbah industri banyak mengandung zat kimia berbahaya sehingga hal ini dapat menurunkan kualitas air. Oleh karena itu perlu adanya penanganan untuk mengurangi pencemaran air salah satunya dapat dilakukan dengan cara mengolah dan mengelola air limbah secara berkelanjutan dengan strategi demokrasi (dari limbah, oleh limbah dan untuk limbah) dengan teknik filtrasi atau pemanfaatan limbah atau sampah baik berbahan dasar organik maupun organik yang dapat dipilah dan didaur ulang untuk mengelola limbah kembali yang dapat dimanfaatkan oleh manusia. Strategi ini berupa inovasi alat penyaringan berbahan dasar limbah organik alami dari biji kelor dan cincang kulit pisang untuk meremediasi pencemaran limbah industri air dan preventif penyebaran virus SARS-Cov-2 melalui air limbah di masa pandemi. Di wilayah tempat tinggal saya sendiri tepatnya di Kota Cilegon yang mana perkembangan industri di Kota Cilegon dinilai cukup pesat karena disamping banyak investor yang menanamkan sahamnya di daerah ini, daerah ini juga letaknya sangat strategis untuk memperluas dunia usaha karena keberhasilan pembangunan di bidang perekonomian cukup signifikan dan meningkat dari tahun ke tahun yaitu sekitar 6,0% pada tahun 2000 menjadi 7,3% pada tahun 2006 . Laju PDRB ini dapat dilihat dari perkembangan industri pengolahan, pertambangan, perdagangan, pertanian, peternakan, listrik, gas dan air bersih yang cukup siginifikan (Wiryono, 2009).

Kota Cilegon dijadikan sebagai pusat industri dan jasa terdepan di pulau Jawa sebagai simpul transportasi nasional, regional dan internasional karena jika dilihat dari letak geografisnya yang cukup dekat dan dikelilingi pelabuhan. Keberadaan indunstri di Kota Cilegon selain menguntungkan bagi beberapa pihak yang dapat dijadikan sebagai dampak positif, di sisi lain juga dapat memunculkan dampak negatif yang memicu permasalahan yang cukup komplek terutama permasalahan lingkungan dan ketenangan. Tentunya untuk menangani sebagai penemuan titik temu solusi dari sebuah permasalahan itu dibutuhkan bantuan dan kerja sama dari banyak pihak dan kalangan yang terlibat yang mana nantinya impact positif yang dihasilkan dapat dirasakan dan dinikmati bersama.

Teknik filtrasi berbahan dasar green chemistry ini selain ramah lingkungan juga mudah ditemukan karena tanaman atau tumbuhannya termasuk ke dalam tumbuhan lokal. Tumbuhan lokal tidak hanya kaya manfaat dan khasiat bagi kesehatan tubuh manusia tetapi juga bermanfaat bagi kebutuhan hidup manusia meskipun itu sisa limbah yang dinilai tidak layak untuk dikonsumi. Sebagian besar masyarakat masih menganggap kecil atau memandang sebelah mata terhadap limbah atau bahkan tidak peduli terhadap limbah karena mungkin sebagian dari mereka hanya menilai dari sisi negatif dari limbah tersebut, padahal jika ditelisik lebih dalam tidak semua limbah itu mengundang hal negatif akan tetapi juga ada sisi positif yang dimiliki limbah itu sendiri, entah dari segi kualitas maupun kuantitas dari jenis limbah tersebut. Hal ini kemudian dapat memunculkan suatu ide kreatif dan inovatif bagi manusia yang hidup di suatu lingkungan untuk menyusun dan merancang pemanfaatan limbah sampah baik yang berbahan dasar organik maupun anorganik agar ekonomis dan memiliki mutu yang tinggi. Berdasarkan permasalahan yang sudah ada sebelumnya, sebagian besar masyarakat masih belum menyadari mengenai pengelolaan sampah, dimana belum menerapkan prinsip reduce, reuse dan recycle dan belum dilakukan secara komprehensif. Adanya limbah ini merupakan konsekuensi alam yang jumlahnya akan terus menerus meningkat secara signifikan. Perubahan gaya hidup masyarakat juga dapat memicu perubahan komposisi dan kuantitas limbah yang diproduksi. Di Indonesia sendiri, limbah plastik memiliki komposisi terbesar dengan tingkatan berkisar 8% pada tahun 2001, 14% pada tahun 2015 (Kementrian Lingkungan hidup, 2015). Sebetulnya yang menjadi sumber limbah terbesar yaitu area pemukiman dan pasar tradisional dengan total keseluruhan dari 75% limbah organik dan 25% limbah anorganik (Subarna, 2014:17).

Baca Juga :   Catatan untuk Dewan Pengawas dan Pimpinan Baru KPK

Oleh karena itu, untuk mengurangi pencemaran limbah baik organik dan anorganik perlu diadakan penanggulangan dengan cara mendaur ulang sampah yang sekiranya dinilai layak untuk dimanfaatkan misalnya limbah biji kelor dan daun pisang yang dicincang untuk menyaring dan menjernihkan air limbah menjadi air yang layak pakai. Biji kelor (Moringan Oleifera) mengandung zat aktif rhamnosyloxy-benzil-isothiocynate, zat aktif tersebut dapat menetralisir partikel logam atau tanah yang biasa terkandung dalam air limbah suspensi dengan partikel yang melayang di air. Teknik penjernihan air dengan biji kelor ini dinamakan teknik koagulasi, karena tumbukan yang halus dari biji kelor ini dapat menggumpalkan kotoran yang terkandung dalam air termasuk unsur logam berat. Adapaun langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk penjernihan air ini yaitu: yang pertama usahakan biji kelor yang dipakai yaitu biji kelor yang sudah tua dan kering yang kemudian dikupas dan dibersihkan kulitnya.
Biji kelor yang sudah dkupas kemudian dibungkus dengan kain untuk ditumbuk sampai halus. Tumbukan biji kelor yang sudah halus dicampur dengan air keruh atau limbah kira-kira satu biji untuk satu liter air. Tumbukan biji kelor dicampur dengan sedikit air sampai berbentuk pasta kemudian dimasukkan ke dalam air dan diaduk rata selama 35 menit. Setelah pengadukan, air diendapkan selama 1-2 jam. Jika sudah terpisah antara air jernih dan endapan baru kemudian dilakukan pemisahan endapan dari air jernih dengan hati-hati. Agar endapan keluar bersamaan dengan air kotor, maka dasar bak diberi kran yang dapat dibuka sebagai saluran pembuangan sisa kotoran atau limbah.

Selain biji kelor, cincang kulit pisang juga dapat digunakan sebagai bahan baku pemurnian air. Kulit pisang mengandung komponen biokimia seperti selulosa, pigmen klorofil, hemiselulosa dan zat pektin salah satunya yaitu asam galacturonic, asam ini yang dapat mengikat ion logam (gugus fungsi) gula karboksil. Limbah cincang kulit pisang ini berguna untuk menurunkan kadar keruh dan ion logam berat pada air limbah. Penyaringan dengan menggunakan kulit pisang ini dinilai sangat ampuh, karena mampu menyerapa logam berat yang terkandung dalam air limbah. Logam berat tersebut merupakan polutan yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Cara penggunaannya cukup mudah dan tidak memakan waktu yang lama yaitu hanya dengan mencincang kulit pisang menjadi bagaian-bagian kecil lalu kemudian dimasukkan ke dalam air limbah. Cara kerja kulit pisang menyerap perlahan unsur logam berat yang terkandung dalam air. Logam akan terserap melalui serat-serat yang terdapat dalam kulit pisang sehingga air perlahan menjadi jernih dan bebas dari kandungan logam berat. Jadi dari pengetahuan tersebut dapat kita simpulkan bahwasannya tidak semua limbah itu membahayakan dan merugikan, kembali kepada pribadi manusia masing-masing untuk mengubah persepsi mereka mengenai limbah dan mengambil hikmah dari setiap pelajaran yang didapatkan sehingga bisa direalisasikan dan diwujudkan dalam bentuk pengabdian dan perberdayaan yang berkelanjutan bagi kehidupan yang diharapkan dapat memperbaiki tatanan kehidupan khususnya di masa yang penuh ujian dan cobaan ini tidak menyurutkan optimisme manusia untuk tidak mudah putus harapan dan senantiasa mensyukuri nikmat Tuhan agar hidup senantiasa diliputi kebahagiaan.

Prinsip demokrasi limbah ini cukup bermanfaat karena dari limbah kita bisa memanfaatkannya menjadi limbah yang bermanfaat bagi kebutuhan. Dari limbah juga kita bisa mengubah dan mengelola limbah lain menjadi limbah yang layak pakai.

Daftar Pustaka
Rume, T. Dan Didar, S.M. 2020. Environmental Effects of COVID-19 Pandemic and Potential Strategies of Sustainability. Journal Heliyon.6(2020):e0495.
WHO. 2020. Pandemi COVID-19. URL:https://www.prudental.co.id/id/pulse/article/apa-itu-sebenarnya-pandemi-covid-19-ketahui-juga-dampaknya-di-indonesia/. Diakses pada tanggal 9 Maret 202.
Wiryono, H. 2009. Cilegon : Dari Kota Administratif Sampai Kota (1985-2005).Jurnal Patanjala.1(3):296-306.

TINGGALKAN KOMENTAR

eight + six =