Warga Lebak Dinilai Gaptek. IMALA Kecam Keras Pejabat Kominfo Banten

Warga Lebak Dinilai Gaptek. IMALA Kecam Keras Pejabat Kominfo Banten

0
BAGIKAN

Ikatan Mahasiswa Lebak (IMALA) mengecam keras atas ucapan yang dilontarkan oleh salah seorang pejabat DISKOMINFO Provinsi Banten Amal Herawan Budhi, yang menyatakan bahwa sekolah dan masyarakat Lebak Gaptek (Gagap Teknologi) terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online.

Dikutip melalui salah satu media online, Amal mengatakan permasalahan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Provinsi Banten tidak sepenuhnya terkendala akibat sistem. Namun kendala tersebut menurut Amal justru terletak pada SDM (Sumber Daya Manusia).

“Di Provinsi Banten ini memang terkendala dari segi SDM-nya (Sumber Daya Manusia)” terlebih di sejumlah daerah pelosok banyak warga yang kurang paham mengenai PPDB online ini. Dari warga dan sekolah di pelosok seperti Lebak dan lainnya itu kesulitan. Karena banyak yang gaptek (gagap teknologi)” ujar Amal dikutip dari Warta Kota pada Kamis, 21 Juni 2018.

Baca Juga :   Kapolres Dampingi Baksos Akpol 1991 di Desa Banyumundu Pandeglang

Menyikapi hal tersebut Ketua Umum PP. IMALA Dudi Haryudi, S.Psi, mengecam keras atas ucapan yang dilontarkan salah seorang pejabat DISKOMINFO Provinsi Banten tersebut. Menurut Dudi Haryudi ucapan tersebut jelas telah melukai hati dan perasaan masyarakat Lebak. “Tindakan tersebut jelas melukai hati warga Lebak”, Ucap Dudi Haryudi.

Atas ucapan salah sorang pejabat DISKOMINFO Provinsi Banten Tersebut, IMALA mengancam akan aksi turun kejalan, jika orang tersebut tidak meminta maaf kepada masyarakat kabupaten Lebak. “Kami minta orang tersebut untuk meminta maaf, atau kami akan aksi turun kejalan”, Ucap Aktivis IMALA asal Kecamatan Sobang NM Yusuf.

Dalam prores penerimaan peserta didik baru (PPDB) online di Provinsi Banten masih menyisakan polemik dimasyarakat menurut Ketua Bidang Ekonomi Kekaryaan PP. IMALA Dedin Wahyudin, S.Kom., Dalam pantauannya pada hari pertama pendaftaran PPDB Online Banten. Sistem tersebut masih belum bisa diakses atau terjadi eror pada server. Sehingga mengakibatkan proses PPDB Online pada hari pertama tersebut bermasalah. “Saya belum bisa mengakses ke sistem, dikarenakan server PPDB Online overload atau eror”. Ucapnya.

Baca Juga :   Komisi Informasi Banten Dorong Pemprov terbitkan perubahan KepGub tentang PPID Banten

Penerapan PPDB Online itu memiliki tujuan menciptakan sistem penerimaan siswa/i baru dengan lebih praktis dan efisien, sehingga terciptanya proses penerimaan siswa/i baru yang berintegritas, akurat dan transparan, tandasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

15 − 12 =