Warga Kecewa, Bupati Pandeglang Beli Mobil Baru Rp. 1,9 M. daripada Perbaiki...

Warga Kecewa, Bupati Pandeglang Beli Mobil Baru Rp. 1,9 M. daripada Perbaiki Jalan Rusak

0
BAGIKAN
Foto: ig/irnacenter

Pandeglang – Pembelian mobil dinas baru merek Land Cruiser Prado oleh Bupati Pandeglang Irna Narulita Dimyati seharga 1,9 miliar membuat sebagian besar masyarakat Pandeglang kecewa.

Tidak dapat dipungkiri, bahwa saat ini masyarakat Pandeglang masih terbelenggu dengan kondisi jalan yang rusak dan belum pulihnya perekonomian pesisir Pandeglang akibat diterjang tsunami selat sunda beberapa bulan yang lalu.

Maulida, warga Cikeusik mengaku heran dengan pola pikir Bupati Pandeglang saat ini. Bupati lebih membeli mobil baru daripada memperbaiki jalan rusak. Padahal beberapa waktu lalu, orang sakit di Cikeusik harus ditandu dengan sarung menuju puskesmas akibat jalan rusak parah dan jalan rusak di Cikeusik menjadi sorotan televisi nasional.

Baca Juga :   Mahasiswa Kritisi Kebijakan Irna Yang Tidak Pro Rakyat

“Mungkin Irna Dimyati (Bupati Pandeglang) tidak tahu bahwa ada jalan yang rusak di Cikeusik dan lebih membeli mobil dinas daripada memenuhi kebutuhan rakyatnya,” ujar Maulida kepada bantenindo.com, Senin (11/03/2019).

Maulida juga menambahkan, Pemkab. Pandeglang yang sekarang sudah tidak peduli lagi dengan rakyatnya. Ini bisa dilihat dari atlet judo nasional asal Pandeglang yang kurang  mendapat perhatian Pemkab.

“Ya… Apalagi sekarang atlet judo nasional asal Pandeglang saja kurang diperhatikan. Lupa kalau dulu pernah mengharumkan nama kab. Pandeglang,” ujar Maulida.

Sementara itu, Ana Rosiana warga asal Cibeunying, Pagerbatu kab. Pandeglang mengaku kaget dengan pembelian mobil baru (Red. Mobil Bupati) itu. Ana kecewa, karena Bupati lebih membeli mobil baru daripada memperbaiki jalan rusak menuju rumahnya yang sudah 8 tahunan belum diperbaiki.

Baca Juga :   Konversi Agama Orang Eropa Abad ke-17

“Secara pribadi, Ana kecewa. Karena jalan menuju rumah saja belum pernah diperbaiki selama 8 tahunan. Padahal uang yang dipakai beli mobil itu adalah uang rakyat bukan uang pribadi Bupati,” ujar Ana.

Perlu diketahui, kabupaten Pandeglang sampai saat ini masih termasuk kategori wilayah tertinggal atau termiskin dibanding tujuh kabupaten atau kota lain di Banten. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pandeglang pada 2018 hanya Rp. 205 miliar.

 

Wartawan: Ilham Rasyid / Editor: Fitra Nugraha

TINGGALKAN KOMENTAR

13 − four =