The Nature Of a Young Man

The Nature Of a Young Man

0
BAGIKAN

Banteninfo.com (opini) – Negara Indonesia lahir dari ikhtiar generasi muda dengan tujuan menyatukan rasa kebersamaan dari sabang sampai ke Merauke. Mereka telah bersumpah mendatangkan satu jati diri tentang kesamaan tanah air, kesamaan bangsa, dan kesamaan bahasa yang tercanang dalam Sumpah Pemuda.

Anda boleh berusia muda, tapi jika cara berfikir anda anti perubahan, sedikit benturan tidak berani dilakukan, tidak berani maju ke depan menyatakan kebenaran, terlalu gampang menerima argumen, tidak mengeksplorasi akal fikiran, maka Anda Tua.

Perasaan tidak nyaman atau perasaan tidak adil itu harus segera diungkapkan, karena itu merupakan hak dasar kita sebagai manusia terutama sebagai seorang pemuda. Harus kita ungkapkan perasaan kita secara terbuka dan tidak boleh dipendam apalagi jadi dendam. Karena itulah dasar bagi manusia supaya diakui eksistensinya.

Baca Juga :   Gelar Studium Generale, KAMMI Serang: Mesti Punya 3 Modal Aktivisme

Seorang pemuda harus membongkar cara berfikir mereka, mengintroduksi kemewahan-kemewahan pikiran dan membedah kedalaman-kedalaman wacana. Karena dengan kemampuan cara berfikir seperti itulah, persoalan-persoalan atau permasalahan-permasalahan apapun yang dihadapi akan kelihatan menciut dan tunduk di depan seorang pemuda.

Generasi Muda adalah tentang semangat. Dan semangat untuk mencapai perubahan besar terkadang tidak bisa kita biarkan terjadi begitu saja, harus ada benturan, keberanian menyatakan sikap, membulatkan tekad, harus ada determinasi, dan harus sekarang. Karena perjuangan tidak mengenal arti menunggu. Menunggu sama saja melumpuhkan narasi perlawanan.

Sejenak renungkanlah perjuangan pemuda tempo dulu, macam Gie dengan idealisasi kemanusiannya, macam Sjahrir dengan sosialismenya. Mereka semua adalah pemuda-pemuda yang pantang menyerah membantu masyarakat memperjuangkan perubahan pada sistem yang korup.

Baca Juga :   Ali Arfan Terpilih Sebagai Ketua DPK KNPI Cilegon dalam Muscam VII

Indonesia masih butuh pemuda-pemuda yang dengan sukarela membuka mata pada persoalan masalah yang menyentuh sisi kemanusiaan seperti fenomena penggusuran lahan tani di Majalengka, Jawa Barat. Karena itu merupakan tugas yang wajib diemban oleh setiap pemuda. Maka cara kita sebagai pemuda tidak lain haruslah lihai dalam memainkan ritme pergerakan, menjadi katalisator bagi munculnya perubahan, terutama perubahan yang memanfaatkan semangat perjuangan.

oleh: Bayu Rachmat Saputra
Mahasiswa Sosiologi UIN Jakarta

TINGGALKAN KOMENTAR

8 − five =