Terkait Randis, Syafrudin: Bukan Permintaan Saya

Terkait Randis, Syafrudin: Bukan Permintaan Saya

0
BAGIKAN
Foto: Walikota Serang, Syafrudin / instagram

Serang – Walikota Serang, Syafrudin menanggapi soal kendaraan dinas (randis) barunya Toyota Land Cruiser Prado. Ia menjelaskan, pengadaan randis tersebut sebesar Rp 1,625 miliar dianggarkan Pemkot Serang pada APBD perubahan 2018 sebelum dilantik, Selasa (19/03/2019).

“Tentang hal itu, Pemkot yang menanggarkan, bukan saya yang minta. Saya dikasih apa saja siap,” katanya.

Syafrudin mengatakan, anggaran pada APBD Perubahan 2018 tersebut berjumlah Rp 1,8 miliar. Tetapi, hingga tutup anggaran lelang tidak terealisasi dan gagal lelang, sehingga pengadaan kembali dilanjutkan pada APBD murni 2019.

“Mobil ini dianggarkan sebelum saya dilantik, waktu itu perubahan sudah dianggarkan Rp 1,8 miliar untuk pengadaan mobil. Namun, karena waktu itu gagal lelang, kemudian pembeliannya sekarang. Saya belum punya kendaraan dinas, saya pakai kendaraan pribadi, jatah walikota sebenarnya itu dua tapi sekarang baru ada satu,” ujarnya.

Baca Juga :   BEM Serang Minta Kejati Usut Tuntas Kasus Korupsi di Lingkungan Kemenag Banten

Ia menambahkan, pengadaan mobil tersebut senilai 1,625 miliar dinilai wajar dan tidak terlalu mahal.

Sementara itu, Kabag Umum dan Perlengkapan Kota Serang Koswara Mulyana mengungkapkan, rencana pengadaan randis memang sudah dianggarkan pada APBD Perubahan 2018. Tapi, sempat gagal lelang dan menjadi sisa lebih perhitungan anggaran, sehingga pada APBD Murni 2019 pengadaan randis Walikota tersebut kembali dilanjutkan.

“Pengadaan dari kami. Kalo jenisnya (mobil) dikonsultasikan dengan Walikota baru saat itu (Syafrudin). Kami kan maunya setelah dilantik pada 5 Desember Walikota bisa menggunakan randis,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Abdul Hamid menuturkan bahwa anggaran yang cukup besar tersebut dinilai kurang etis. Karena masih banyak persoalan yang harus diselesaikan di Kota Serang ketimbang membeli mobil dengan harga yang cukup fantastis.

Baca Juga :   HMB Jakarta : Rapatkan Barisan, Siap Sukseskan Ta'aruf dan Pelatihan Anggota Baru 2018

“Terlalu fantastis harganya dan kurang etis, masih banyak keperluan yang harus diselesaikan di Kota Serang ketimbang beli mobil semahal itu,” pungkasnya.

 

Wartawan: Ilham / Editor: Fitra Nugraha

TINGGALKAN KOMENTAR

fourteen + 7 =