Teh Yeni, Penggiat Pariwisata Asal Lebak yang Membantu Masyarakat disaat Covid-19

Teh Yeni, Penggiat Pariwisata Asal Lebak yang Membantu Masyarakat disaat Covid-19

0
BAGIKAN
Foto: Teh Yeni penggiat pariwisata Lebak / Chamdi

Lebak – Wabah pandemi Covid-19 saat ini menjadi momok menakutkan, terutama yang berhubungan dengan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Aktivitas terhambat dan memaksa semua orang harus tetap di rumah mengisolasi diri agar tidak terkena virus. Namun harus tetap optimis untuk mengambil peluang usaha.

Seperti halnya Yeni Mulyani yang tinggal di kecamatan malingping, kabupaten Lebak, banten. Beliau adalah seorang penggiat pariwisata sekaligus ketua pokdarwis di Kabupaten Lebak, Banten. Di masa pandemi Covid-19, beliau yang sering disapa Teh Yeni ini melihat peluang bisnis yang sangat menjanjikan.

Teh Yeni mengungkapkan peluang bisnis yang di geluti saat ini tidak memakai modal, melainkan berawal dari kerjasama dengan para pelaku UMKM, petani beras, petani jahe, dan nelayan yang di mana ikut membantu mempromosikan produk-produknya secara online.

Baca Juga :   Mahasiswa Pendidikan Sejarah UNTIRTA Gelar Pentas Seni Teater

Adapun produk-produk yang dipasarkan diantaranya baso ikan, mie ayam, coklat pisang sale sawarna, keripik pisang corona, gula semut aren, gula aren, serebuk jahe merah, opak dan masih banyak lagi produk yang di promosikannya.

Dari keuntungan penjualannya, Teh Yeni menjelaskan sebagian keuntungannya dikumpulkan untuk modal dan sebagian lagi dialokasikan untuk membeli APD membantu tim gugus tugas/tim medis dan masyarakat.

“Alhamdulillah kalo di malimping semua yang Teh Yeni promosikan alhamdulillah laku dan banyak peminat,” ungkapnya dalam sambungan telepon, Selasa (16/06/2020).

Teh Yeni berharap teman-teman penggiat pariwisata untuk tetap aktif, giat, dan produktif mengembangkan perekonomian. Dikarenakan destinasi wisata yang ada di daerah Kabupaten Lebak belum di buka secara resmi oleh pemerintah. (C/FN)

Baca Juga :   Polisi Bagikan Paket Sembako kepada Warga Positif Covid-19 di Desa Cikeusik

TINGGALKAN KOMENTAR

15 + seventeen =