Tantangan Calon Independen di PUM UIN SMH Banten

Tantangan Calon Independen di PUM UIN SMH Banten

0
BAGIKAN
Foto Istimewa
Foto Istimewa

Munculnya beberapa figur dari jalur perseorangan atau independen dalam Pemilihan Umum Mahasiswa (PUM) UIN SMH Banten 2018 memberi tantangan tersendiri bagi organisasi eksternal untuk selektif mengusung calon. Ini tidak lain karena organisasi eksternal lebih memilih calon populis disbanding calon ideologis.

Hal ini disampaikan oleh Mufti Muzzammil mahasiswa jurusan HTN UIN SMH Banten kepada banteninfo.com (13/12/2018), “Majunya beberapa calon di DEMA – U, DEMA – F, dan HMJ di PUM UIN Banten 2018 dari jalur independen disambut positif sejumlah kalangan. Figur – figur Non Partisipan dan kritis ternyata lebih menggairahkan para pemilih. Mereka (mahasiswa) bosan dengan figur dari organisasi eksternal yang ternyata minus kepemimpinan, visi, program, dan integritas.”

Baca Juga :   Merawat Nalar, KAMMI Serang Gelar Nobar The End Game

Mufti juga menambahkan, “Sebagai Universitas yang memiliki segudang tokoh yang punya visi, gagasan, dan integritas, harus berani tampil maju walaupun melalui jalur independen, karena hal yang paling penting dalam sebuah demokrasi adalah penyampaian ide dan gagasan kepada masyarakat Universitas.”

Hampir semua kandidat calon ketua HMJ, DEMA-F atau DEMA –U yang di usung oleh organisasi eksternal harus membuat kesepakatan atau membangun kerja sama dengan organisasi eksternal yang sebelumnya memberikan bantuan suara kepada kandidat tersebut. Inilah yang membuat calon kandidat mempunyai hutang budi ketika sudah menang nantinya.

Dalam hal lain, Mufti juga menambahkan bahwa jaminan konstitusional tentang hak calon independen dalam Pemilihan Umum Mahasiswa (PUM) penting dalam demokrasi Indonesia. Meskipun keberhasilan calon independen masih dibawah lima persen, calon independen akan memaksa organisasi eksternal memperbaiki diri. Paling tidak kini setiap kandidat yang maju dalam Pemilihan Umum Mahasiswa (PUM) tidak perlu membayar utang budi politik kepada organisasi eksternal. Inilah peluang memutus rantai oligarki dan politik patronase.

Baca Juga :   Ketua DPW PKS Banten Mundur, Bergabung ke GARBI

Editor  : Fitra Nugraha

TINGGALKAN KOMENTAR

two × 5 =