SYAIR SANG SUTRADARA: D ROY WIJAYA

SYAIR SANG SUTRADARA: D ROY WIJAYA

0
BAGIKAN

 

Oleh – D Roy Wijaya

Banteninfo.com – Skenario rampung tercatat. Pelakon aksi siap di tempat. Dalam hitungan ke tiga. Drama menjelma realita. Tangis dan tawa, Derita dan bahagia, Hitam dan putih, Pasi dan berseri. Silih berganti mewarnai, Tumpang tindih mewangi.

Di depan kamera Lakon kian kentara “Aksimu bagus Pertahankan terus!” Puji sutradara bermimik serius. Si pelakon tersenyum halus.

Waktu berganti waktu. Tiba saatnya ditabuh. Menagih puji pemirsa Dan para kritikus drama “Hancur lebur Drama ini tidak menghibur!” Ucap seorang kritikus Dengan sedikit mendengus.

Sutradara menahan dada, Para pelakon pun tampak sama sebab Puja-puji yang didamba. Tergantikan oleh amarah. Di hati pemirsa juga Sama saja.

Baca Juga :   Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pandeglang Gelar Usaha Cafe

Mata terpejam, Enggan memandang. Dalam saji yang jauh dari harapan. Para pelakon memilih hilang. Sang sutradara ditinggal sendirian. Riwayat drama tamat tak tergantikan. (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

4 × four =