Seruduk Kejari, HMI Pandeglang Pertanyakan TP4D Ada Atau Mati Suri.

Seruduk Kejari, HMI Pandeglang Pertanyakan TP4D Ada Atau Mati Suri.

0
BAGIKAN

Banteninfo(Pandeglang),- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pandeglang menggelar aksi demonstrasi di halaman kantor Kejaksaan Negri Pandeglang, Kamis (22/11).

Fikri Anidzar Albar selaku Ketua umum menuturkan, Pemkab Pandeglang terus menggenjot pembangunan infrastruktur disetiap lini sektor. Namun pembangunan tidak dibarengi peningkatan kualitas. Diduga ada pengurangan spesifikasi oleh pihak kontraktor, katanya.

“Pembangunan infrastruktur, yang sedang di genjot pemerintah Pandeglang, dari tahun ke tahun mengalami stagnansi kualitas. Hal ini terjadi di semua proyek pekerjaan DPUPR.& Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pandeglang, Komisi III Bidang Pembangunan, terlihat tak berdaya dan dungu menyikapi persoalan ini. Jika, Eksekutif (Bupati/DPUPR) & Legislatif (DPRD Komisi III) lalai. Maka, harapan terakhir bertumpu kepada Yudikatif (KEJARI),” kata Fikri.

Ia pun berharap Tim Pengawal, Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D), sebagai pengawas independen, dan dibentuk agar penggunaan anggaran sesuai dengan perencanaan dan tata kelola.& TP4D yang ada di Kejaksaan Negeri (KEJARI) seluruh Indonesia, harus mampu mengawasi seluruh kegiatan (Proyek) yang bersumber dari APBD. Sesuai dengan Intruksi Presiden (INPRES) nomor 7 tahun 2015.

Baca Juga :   Empat warga Tewas akibat banjir Bandang di Pandeglang

“Karena hal itu, kami HMI Cabang Pandeglang menunntut TP4D, untuk, Mengawasi dan mengamankan kegiatan proyek DPUPR, dan mengeluarkan surat rekomendasi, Blacklist Kontraktor Pelaksana, Konsultan Pengawas dan nama pemiliknya, untuk tidak melakukan kegiatan jasa kontruksi di lingkungan Kabupaten Pandeglang, di tahun-tahun anggaran selanjutnya, karena gagal & jauh dari kualitas, tandasnya.

Adapun proyek pembangunan yang disikapi mahasiswa diduga terjadinya pengurangan kualitas yakni. Peningkatan Jalan Kadubungbang – Cimanuk Kecamatan Cimanuk, Peningkatan Jalan Pabuaran – Kadomas Kecamatan Kecamatan Banjar.

Peningkatan Jalan Perdana – Turus Kecamatan Patia, Peningkatan Jalan Ciburial – Cikadu Kecamatan Cibitung, Peningkatan Jalan Ciakar – Cibitung Kecamatan Munjul, Peningkatan Jalan Kampung Sabang – Kampung Bakung, Kecamatan Sukaresmi, Peningkatan Jalan Desa Kertajaya – Desa Ujung Jaya, Kecamatan Sumur.

Peningkatan Jalan Desa Ciawi – SD Psr Gunung, Kecamatan Patia, Peningkatan Jalan Bama – Pagelaran, Peningkatan Jalan Surianeun – Cimoyan, Peningkatan Jalan Pamatang – Kampung Sabrang, Kecamatan Saketi, Peningkatan Jalan Desa Rancapinang, Kecamatan Cimanggu, Peningkatan Jalan Jedangseti – Pasirgadung, Kecamatan Picung.

Baca Juga :   Hibur Masyarakat, IPJ Selenggarakan Berbagai Kegiatan Pasca Lebaran.

Peningkatan Jalan Maja – Cinunggal, Peningkatan Jalan Pandeglang – Cicadas, Peningkatan Jalan Parungkokosan – Umbulan Kecamatan Cikeusik, Peningkatan Jalan Sabi – Sukarehe Kecamatan Karangtanjung, Peningkatan Jalan Kadomas – Banjar Kecamatan Banjar, Peningkatan Jalan Desa Cikeusik Leuwibalang, Kecamatan Cikeusik.

Peningkatan Jalan Sadang – Polos Kecamatan Cimanggu, Penataan Alun – Alun Menes, Peningkatan Jalan Kubang Kampil – Sukaresmi, Kecamatan Sukaresmi,& Peningkatan Jalan Sodong Pintu – Majau Kecamatan Saketi, Peningkatan Jalan Pasar Panimbang – Kantor Kecamatan Panimbang, Peningkatan Jalan Bulagor – Pasirkoer Kecamatan Pagelaran, Rehabilitasi Jaringan Irigasi Cukang Sadang – Pagelaran.

Sementara itu, Ahmad Munirudin Selaku Kordinator Lapangan mengatakan hal ini sebagai bentuk upaya pengawalan dalam pembangunan infrastruktur dikabupaten Pandeglang yang tidak sesuai dengan perencanaan, katanya.

“Kami berharap pihak Kejari harus lebih memfungsikan secara maksimal TP4D sebagai tim pengontrol infrastruktur bukan ada konspirasi didalamnya mengingat bahwa TP4D ini penting dijadikan sebagai pengawasan, tutupnya. (*/Gobris).

TINGGALKAN KOMENTAR

5 + nine =