Relawan Sayang Banten Gelar Diskusi Bedah Survei Pilpres 2019, Hasilnya Mengejutkan

Relawan Sayang Banten Gelar Diskusi Bedah Survei Pilpres 2019, Hasilnya Mengejutkan

0
BAGIKAN
Foto: Diskusi Bedah Survei Pilpres 2019 di Banten / Aldi Agus Setiawan

Serang – Komunitas yang tergabung dalam kelompok Relawan Sayang Banten, Senin (18/03/2019) siang menggelar diskusi bedah survei pilpres di Banten dengan tema “Memilih Tanpa Kecukupan Informasi.” Diskusi ini dilaksanakan di Hotel Abadi, Serang.

Agenda tersebut menghadirkan narasumber Deni Irfani (Direktur Riset Saiful Mujani Research and Consulting), Adi Prayitno (Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekaligus Pengamat Poltik) serta Jazuli Juwaini (Anggota DPR RI Fraksi PKS).

Dalam pembukaannya, Taftazani yang juga Calon Tetap DPD RI tahun 2019 sekaligus bertindak sebagai moderator menegaskan agenda ini dilaksanakan untuk mendapatkan berbagai sudut pandang yang berbeda dari hasil temuan survei Pilpres 2019.

“Sebab adanya agenda ini adalah untuk mendapatkan informasi serta sudut pandang yang luas dan berbeda dari hasil-hasil temuan survei dengan narasumber yang latar belakangnya juga berbeda-beda,” papar Taftazani.

Foto: Direktur Riset SMRC, Deni Irfani saat diwawancarai oleh wartawan ketika bedah survei pilpres 2019 telah dilaksanakan / Aldi Agus Setiawan
Foto: Direktur Riset SMRC, Deni Irfani saat diwawancarai oleh wartawan ketika bedah survei pilpres 2019 telah dilaksanakan / Aldi Agus Setiawan

Deni Irfani, Direktur Riset SMRC menjelaskan seluruh hasil survei itu tidak ada yang proporsional, semua bisa berubah, tergantung simpati rakyat satu bulan ke depan.

“Untuk awalan saya menegaskan bahwa setiap hasil temuan survei itu tidak proporsional karena elektabilitas calon masih bisa berubah sebulan kedepan,” ujar Deni.

Baca Juga :   Dewan Pengupahan Kota Serang Kritisi Kebijakan Walikota Beli Mobil Baru

Dari hasil temuan survei Pilpres di Banten yang dilaksanakan Februari-Maret 2019, Deni menyoroti betul terkait isu-isu seputar Pilpres 2019 yang merugikan kedua pasangan calon. Bahkan dari pemaparannya, jika isu-isu tersebut dipercayai oleh masyarakat Banten, mengakibatkan elektabilitas kedua pasangan calon banyak tergerus.

“Masyarakat sekarang ini banyak yang terprovokasi oleh fake news ketimbang fact news, hampir dari setengahnya percaya terhadap fake news atau yang sering kita sebut dengan hoax,” kata Deni.

“Apalagi terkait isu-isu yang beredar seputar Pilpres ini. Misalnya Jokowi PKI 5% dari total pemilih di Banten percaya dengan fake news tersebut. 5% dari total pemilih 8,1 juta sekitar 400 ribu. Jumlah ini sangat besar,” tambah Deni.

Sedangkan Adi Prayitno mengungkapkan bahwa dalam UU Pemilu semua survei, quick count dan lain sebagainya harus dilaporkan ke KPU.

“Dalam UU Pemilu, seluruh yang berkenaan dengan survei, quick count dan seterusnya itu wajib dilaporkan ke KPU. Untuk mengantisipasi adanya upaya penggiringan opini atau bekerja untuk salah satu paslon yang merugikan calon lain. Itu kerangkanya,” jelas Adi.

Baca Juga :   Hadiri Kampanye Nasional, Sandi Uno Diserbu Pendukungnya di Serang

Untuk survei elektabilitas di Banten, Adi masih belum bisa memastikan siapa pemenangnya dikarenakan elektabilitas antar calon yang tidak beda jauh dan waktu yang masih 30 hari menuju pemilihan.

“Kalau melihat kecenderungan survei hari ini, ini kan potret sementara. Dan ini bisa terjadi dalam waktu kurang lebih 30 hari kedepan soal peta elektoral yang ada di Banten,” ujar Adi.

“Kalau membaca keseluruhannya ini tentu berkaitan dengan 2014 lalu dimana Prabowo menang kurang lebih di angka 4%-5%. Tapi, artinya dengan survei yang sementara Jokowi memang agak susah menang di Banten,” Lanjut Adi.

Hasil survei tersebut bisa jadi kabar baik untuk pendukung pasangan calon 01 atau malah kabar buruk, karena bisa saja 15,1% swing voter tersebut menyatakan dukungannya ke Prabowo-Sandi.

Diskusi tersebut setidaknya menghasilkan beberapa kesimpulan. Pertama, swing voter sebesar 15,1% ini akan berlabuh ke siapa? serta temuan survei tersebut masih sangat dinamis dan bisa berubah sampai dibalik bilik suara.

 

Wartawan: Aldi Agus Setiawan / Editor: Fitra Nugraha

TINGGALKAN KOMENTAR

eleven − 6 =