Rapat Koordinasi, FKPT Banten: Isu Terorisme Bukan Isapan Jempol

Rapat Koordinasi, FKPT Banten: Isu Terorisme Bukan Isapan Jempol

0
BAGIKAN

Serang (25/5/2021) – Bidang Kajian dan Penelitian Forum Koordinasi Pencegahan Teroris (FKPT) Provinsi Banten menyelenggarakan “Koordinasi Cegah Bersama Gerakan Radikal Terorisme” bersama Pemerintah Daerah, TNI dan Polri pada Selasa (25/5/2021). Kegiatan ini diawali oleh sambutan KH. Amasy Tadjudin selaku Ketua FKPT Provinsi Banten.

Dalam sambutannya, Amasy mengemukakan bahwa tujuan dari dari kegiatan ini untuk mencegah bersama paham intoleran, radikal yang meningkat menjadi aksi teroris di Banten. Lebih lanjut ia mengatakan, isu terorisme bukan hanya isapan jempol, bukan khayalan dan bukan rekayasa dari siapapun melainkan gerakan itu menjadi fakta yang ada di tengah masyarakat.

Selain itu, Amasy menyampaikan sesuai dengan tugas dan fungsi pokok FKPT Banten adalah untuk melakukan koordinasi dengan seluruh pemangku kebijakan di Provinsi Banten.

Baca Juga :   KPU Kota Serang dan UNBAJA Bangun Sinergitas Penyelenggaraan Pemilu

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Wakil Gubernur Banten, H. Andika Hazrumy. Sos., M.AP. sekaligus membuka acara.

Andika mengatakan bahwa, “Banten sangat berpotensi bagi perkembangan paham radikal dan terorisme, karena itu kita harus terus waspada agar Banten tetap kondusif, aman dari ancaman paham radikalis terorisme”.

Wakil Gubernur Banten ini juga megkhawatirkan perkembangan teknologi informasi, terutama media sosial  yang dapat menjadi alat dan dijadikan lahan baru bagi penyebaran paham radikal oleh kelompok-kelompok tertentu.

Hadir sebagai narasumber yakni, Bgigjen Pol. R. Ahmad Nurwakhid, Direktur Pencegahan BNPT RI dan Brigjen TNI Cahyono Angkasa, S.Ip., S.H., M.H., Kabinda Banten.

Ahmad Nurwakhid memaparkan bahwa, “radikalisme terosis harus dijadikan common enemy karena musuh agama dan musuh negara”.

Baca Juga :   Perpusnas Hibahkan 530 Buku ke UNBAJA

“Radikaslime mengatasnamankan Islam adalah fitnah bagi agama karena sejatinya Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin. Sedangkan musuh negara karena paham ini (radikalisme terorisme) bertentangan dengan konsensus bersama warga bangsa yang menjadikan Pancasila dan UUD 45 sebagai dasar negara yang menjadi pemersatu bangsa,” lanjut Ahmad Nurwakhid.

Sedangkan, Cahyono Angkasa, yang juga didapuk sebagai narasumber mengingatkan bahwa, “penyebaran paham radikal terorisme di Banten berasal dari berbagai daerah dan dari luar negeri dan Banten sering dijadikan tempat sel-sel baru kelompok radikal terorisme”. (MAS/001)

TINGGALKAN KOMENTAR

13 − 6 =