Pulau Sangiang Butuh Perhatian Khusus Pemkab. Serang Pasca Tsunami Selat Sunda

Pulau Sangiang Butuh Perhatian Khusus Pemkab. Serang Pasca Tsunami Selat Sunda

0
BAGIKAN
Foto: Sampah yang berada disekitar Pulau Sangiang / MAE

Serang – Pulau Sangiang adalah sebuah pulau kecil yang terletak di Selat Sunda, yakni antara Jawa dan Sumatra. Pulau ini menjadi salah satu tujuan wisatawan dalam menjelajahi lautan Indonesia.

Tapi sayangnya, Sabtu (22/12/2018) malam, Pulau Sangiang terkena dampak tsunami selat sunda yang  memporakporandakan semuanya, menghancurkan semua fasilitas wisata serta merengut korban wisatawan dan penduduk lokal.

Tak hanya itu, hingga saat ini wisatawan yang ke Pulau Sangiang masih sepi karena wisatawan banyak yang trauma akibat tsunami selat sunda. Juga diperparah dengan  berbagai fasilitas wisata di pulang sangiang masih belum banyak diperbaiki atau dibenahi.oleh pengelola maupun pemerintah kabupaten Serang.

“Tak hanya masalah fasilitas saja yang menjadi kendala sekarang tetapi sampah juga semakin membuat khawatir lantaran pasca tsunami sampah di laut perairan menuju pulau (Sangiang) sangat banyak. Saya harap pemerintah (kab. Serang) secepatnya mengatasi permasalahn ini, karena kita disini sebagai penduduk lokal berharap Pulau Sangiang ramai pengunjung lagi lantaran penghasilan kita ya disini,” kata penduduk lokal Pulau Sangiang, Abah Pian.

Baca Juga :   Warga Kecewa, Bupati Pandeglang Beli Mobil Baru Rp. 1,9 M. daripada Perbaiki Jalan Rusak

Masyarakat juga berharap pemerintah kab. Serang segera membantu memperbaiki fasilitas yang berada di Pulau Sangiang, agar perekonomian masyarakat kembali normal.

“Pulau ini adalah sumber penghasilan bagi masyarakat asli sini, bila pulau terus-terusan sepi pengunjung dari mana kita akan dapat uang. Perbaikan fasilitas juga masih belum banyak, kita disini gotong-royong saja dengan masyarakat untuk memperbaikinya”, ujar Abah Pian.

Foto: Seorang wisatawan berfoto di pinggir pantai Pulau Sangiang / MAE
Foto: Seorang wisatawan berfoto di pinggir pantai Pulau Sangiang / MAE

Wandi salah seorang wisatawan yang mengunjungi Pulau Sangiang merasa khawatir dengan keadaan pulau ini. Pulau ini dulunya indah nan mempesona, tapi semenjak tsunami menerjang pulau ini, semua jadi berantakan terutama perekonomian warga yang belum normal dan sampah yang menggulung dilautan.

“Iya, Pulau Sangiang ini butuh bantuan pemerintah setempat. Terutama dalam hal ekonomi dan sampah yang menggulung dilautan. Pemandangan sampah ini membuat pemandangan tidak enak dilihat,” ujar Wandi.

Baca Juga :   Kekurangan Tenaga Akuntansi Pemkab Serang Usulkan ke Pusat

Secara administratif, pulau ini termasuk dalam wilayah kabupaten Serang, prov. Banten. Terletak di titik koordinat antara 105′49′30″ – 105′52′ Bujur Timur 5′56′ – 5′58′50″ Lintang Selatan.

Jarak tempuhnya hanya membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam dari Pelabuan Paku,   Anyer dengan menggunakan kapal atau perahu bermotor. Keindahan alamnya, berupa terumbu karang, pantai, dan perbukitan

Pulau Sangiang yang sekarang dijadikan Taman Wisata Alam pada awalnya merupakan Cagar Alam seluas 700,35 Ha Kemudian pada tahun 1991, perairan disekitar kawasan diubah menjadi Taman Wisata Alam Laut seluas 720 ha. Pada tanggal 8 Februari 1993 melalui SK Menteri Kehutanan No. 55/Kpts-II/1993 kawasan Cagar Alam diubah fungsinya menjadi Taman Wisata Alam dengan luas 528,15 ha.

 

Wartawan: MAE / Editor: Fitra Nugraha

TINGGALKAN KOMENTAR

twelve − 8 =