Polres bersama Elemen Masyarakat Kota Cilegon Deklarasikan Pemilu Damai tahun 2019

Polres bersama Elemen Masyarakat Kota Cilegon Deklarasikan Pemilu Damai tahun 2019

0
BAGIKAN

Foto : Deklarasi pemilu damai masyarakat kota Cilegon / Ammar

Foto : Deklarasi pemilu damai masyarakat kota Cilegon / Ammar

 

Cilegon, (19/12/2018). Polres Cilegon bersama elemen masyarakat kota Cilegon mendeklarasikan menolak berita Hoax serta menyukseskan Pemilu 2019 yang aman, damai dan sejuk  di Hotel Mangku Putra, Rabu (19/12/2019).

Polres Cilegon mengadakan kegiatan ini dalam rangka pemilu damai 2019.

Sebagai Narasumber dalam kegiatan ini yaitu ketua KPU kota Cilegon Irfan Alfi dan ketua Bawaslu kota Cilegon Siswandi.

Polres Cilegon juga mengundang KNPI, Karang Taruna, KAMMI, PMII, GMNI dan Ormas se-kota Cilegon lainnya sebagai perekat pemilu damai 2019.

Dalam sambutannya, Kabag Ops Polres Cilegon, Kompol M. Sujatna berpesan jangan terjerumus berita menyesatkan dijaman teknologi seperti ini sehingga memecah belah kesatuan bangsa.
Ia pun menyampaikan situasi keamanan di kota Cilegon ditahun politik ini. “Tercatat 20 September 2018 hingga saat ini terkait pemilu di kota Cilegon aman terkendali”, imbuhnya.

Baca Juga :   UKM PRIMA Menuju LKTIN Garuda Nusa 2021 di Lombok

Terdata 290.571 pemilih yang ada di kota Cilegon dan 452 caleg dari 16 parpol yang akan memperebutkan 40 kursi dewan di Cilegon.

Ketua KPU Irfan Alfi, menyampaikan dalam penyampaian materinya tanpa komitmen bersama, mustahil pemilu akan berjalan aman damai dan sejuk.  “Mari kita bersama, mengawal pemilu bersama untuk pemilu yang aman, damai dan sejuk untuk kesatuan NKRI!,” serunya kepada seluruh elemen masyarakat yang hadir.

Senada dengan ketua KPU, ketua Bawaslu kota Cilegon Siswandi, mengajak seluruh masyarakat khususnya pemuda kota Cilegon untuk mewujudkan pemilu 2019 yang lebih Demokratis, lebih berintegritas dan lebih berkualitas dari pemilu-pemilu sebelumnya.

“Hoax dan ujar kebencian merupakan pelanggaran pemilu yang dapat dikenakan sanksi maka jangan sampai kita termasuk dalam penyebar Hoax dan ujaran kebencian tersebut.” pungkasnya.

Baca Juga :   Komisi Informasi Provinsi Banten Gelar Sidang Virtual

 

Editor : Ammar Abudzar

TINGGALKAN KOMENTAR

12 − ten =