Petani Kunci Nyawa Rakyat

Petani Kunci Nyawa Rakyat

0
BAGIKAN

Oleh :Muhammad Fahri 

Banteninfo(opini),- Indonesia adalah Negara kepulauan terbesar di dunia. Mempunyai iklim yang strategis (tidak salju dan tandus), sehingga segala jenis tanaman bisa tumbuh di dataran tanah air Indonesia. Perlu kita syukuri atas kenikmatan tuhan yang telah di berikan kepada kita. Bukan hanya perihal kawasan agraris, Indonesia juga mempunyai wilayah maritim yang sangat luas, multi bahasa, multi budaya dan multi agama. Oleh karena itu Wali Songo yang melakukan Islamisasi di Indonesia sangat hati-hati melakukan dakwahnya.

Para Wali menyadari bahwa Indonesia adalah penduduknya yang multi bahasa, multi etnis, multi budaya, multi agama, sehingga Wali Songo menjadikan perbedaan-perbedaan itu sebagai kekayaan bangsa Indonesia bisa berdiri tegak sejajar dengan Negara-negara adidaya di dunia.

Seperti yang di jelaskan oleh Prof. Dr. KH. Said Aqil Siraj, M.A dalam pengantar buku yang berjudul Wali Songo, karya Agus Sunyoto. Dalam strategi dakwah yang digunakan para wali dan kemudian diterapkan di dunia pesantren, para kiyai, ajengan, atau tuan guru mengajarkan agama dalam berbagai bentuk. Dalam dunia pesantren di terapkan “Fiqhul aqham” untuk mengenal norma-norma keislaman secara ketat dan mendalam, agar mereka menjadi muslim yang taat dan konsekuen. Tetapi ketika masuk dalam ranah masyarakat, di terapkan “Fiqhul Dakwah”, ajaran agama diterapkan secara lentur, sesuai dengan kondisi masyarakat dan tingkat pendidikan mereka. Dan, yang tertinggi adalah “Fiqhul Hikmah”, di mana ajaran islam bisa diterima oleh semua kalangan bangsawan, termasuk diterima oleh kalangan rohaniawan Hindu dan Buddha serta kepercayaan lainnya.

Baca Juga :   Kritisme Metodologis Tekstualis Dalam Kajian Al-Qur’an

Dengan memiliki alam yang melimpah, iklim yang strategis, rakyat Indonesia tidak merasa tereliminasi oleh alam, karena kebutuhan hidupnya bisa di temukan di alam sekitar. Seiring berkembangnya jaman, negara di dunia berlomba menciptakan tekonologi. Tekonologi di ciptakan khususnya orang barat menjadikannya alat bantu bertahan hidup, karena di tanah air mereka tidak begitu istimewa seperti di tanah air Indonesia. Oleh karena itu teknologi menjadi motivasi bagi mereka terus berfikir.

Punahnya makhluk hidup bergantung pada ketersediaan bahan pangan yang ada, sehingga bahan pangan menjadi kebutuhan primer di kalangan makhluk hidup. Oleh karena itu kita bisa membandingkan kekayaan Indonesia dengan negara lain, peluang menjadi negara adidaya dan lainnya.

Baca Juga :   Sinergi Tingkatkan Kompetensi Aparatur Desa Untuk Kelola Dana Desa

Jika kita melek terhadap sejarah, banyak peperangan yang terjadi akibat bahan pangan, seperti orang-orang eropa yang menjajah Nusantara untuk mencari rempah-rempah. Bahkan dalam film animasipun banyak yang menyinggung bahwa bahan pangan berperan penting dalam kehidupan seperti di animasi Spongebob Squerpants tentang Craby Patys, Cloudy with a Chance of Meatballs yang menceritakan seorang anak yang membuat tekonlogi pencipta makanan instan dan masih banyak lainnya.

Oleh karena itu jika bangsa Indonesia bisa mengendalikan bahan pangan dunia, maka negara ini bisa menjadi negara yang maju. Anggap saja Indonesia menjadi kunci hidup-matinya bangsa lain.

Dalam peristiwa ini, kita harus menghargai penuh jasa pertanian di negara kita. Karena jasa mereka, bangsa ini bisa sampai sedewasa dan sebesar ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

18 + 1 =