Perkuat Ukhuwah Islamiyah, Majelis Taklim Manaqib Nurhasanain Gelar Dzikir Bersama

Perkuat Ukhuwah Islamiyah, Majelis Taklim Manaqib Nurhasanain Gelar Dzikir Bersama

0
BAGIKAN
Foto: Dzikir Bersama di Majelis Taklim Manaqib Nurhasanain / Fitra Nugraha

Jakarta – Dalam rangka menjaga dan merawat ukhuwah islamiyah sesama umat muslim, Majelis Dzikir dan Taklim Manaqib Nurhasanain menggelar acara Dzikir Bersama dan Tausiyah dilanjutkan dengan Do’a untuk keselamatan bangsa. Acara tersebut dilaksanakan di Rumah Majelis Dzikir dan Taklim Manaqib Nurhasanain Cipayung Jakarta Timur, Minggu (24/02/2019).

Adapun tema yang diangkat dalam acara ini yaitu “Menjaga Ukhuwah Islamiyah Dengan Tidak Menyebarkan Berita-Berita Bohong”.

Mengapa begitu pentingnya menjaga Ukhuwah Islamiyah dalam menangkal sumber-sumber berita bohong atau fitnah. Dikarenakan kekuatan Ukhuwah Islamiyah yang kita bangun bersama maka secara perlahan pihak yang ingin memecah belah bangsa ini dengan sendirinya akan tersingkir.

Itulah pentingnya kita sebagai umat muslim harus tetap menjaga persatuan supaya tidak mudah di pecah belah. Kemudian, kenapa Bohong atau dusta (Kadzab) itu sangat bahaya. karena perbuatan bohong merupakan salah satu tanda-tanda Nifaq (kemunafikan).

Ust Muhammad Teguh dalam tausiahnya berpesan pandanglah diri sendiri dengan kacamata syariat Islam dan pandanglah orang lain dengan kacamata hakikat.

“Saat memandang diri sendiri pakailah kacamata syariat sehingga ketat dalam beribadah, namun saat memandang orang lain pakailah kacamata hakikat sehingga tidak mudah menuduh salah,” ujarnya.

Baca Juga :   Merawat Nalar, KAMMI Serang Gelar Nobar The End Game

Islam memandang kebohongan adalah induk dari berbagai dosa dan kerusakan dalam masyarakat. Krisis multidimensi yang melanda negara kita bermuara dari ketidakjujuran.

Kemudian, Ust. Muhammad Teguh menegaskan mari kita tegakkan kejujuran dan berhenti berbohong. Kejujuran tidak cukup sekadar slogan, tapi harus menjadi karakter dan kultur masyarakat.

“Kita sebagai umat muslim harus pandai memilih sumber berita terkait kebenarannya, kalau memang itu sumber berita bohong atau hoax yang menimbulkan fitnah maka janganlah untuk di sebar luaskan karena pasti akan merugikan pihak yang merasa di fitnah tersebut,” ujarnya.

“Dalam Alquran pun sudah sangat tegas di jelaskan bahwa ‘Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah pembohong/pendusta, (QS An Nahl 16:105),” tambahnya.

Selain itu, KH. Mahfud Sirodz  mengungkapkan bahwa ‘Penyebaran Berita bohong / hoax adalah perbuatan orang kafir bukan orang muslim.’ Dan kemudian dalam salah satu hadis pun dijelaskan tentang perintah berkata jujur dan menjauhi perbuatan dusta.

Sesungguhnya kejujuran akan menunjukkan kepada kebaikan, dan kebaikan itu akan menghantarkan kepada surga. Seseorang yang berbuat jujur oleh Allah akan dicatat sebagai orang yang jujur. Dan sesungguhnya bohong itu akan menunjukkan kepada kelaliman, dan kelaliman itu akan menghantarkan ke neraka. Seseorang yang terus menerus berbuat bohong akan ditulis oleh Allah sebagai pembohong, (HR. Bukhari dan Muslim).

Baca Juga :   DEEP Indonesia: Stop Wacana Penundaan Pemilu 2024!

Acara Dzikir bersama yang dihadiri oleh kurang lebih 100 peserta/jemaah mendapatkan apresiasi positif dari Ustadz Abdurrahman selaku pengisi Tausiyah. Ust. Abdurrahman berpesan kepada seluruh peserta yang hadir dalam acara Dzikir Bersama tersebut untuk tetap menjaga Ukhuwah Islamiyah secara langsung berarti kita semua juga sedang menjaga keutuhan NKRI ini.

Kemudian Ust. Abdurrahman mengungkapkan kita sebagai umat muslim sangat dilarang berkata bohong dan fitnah memfitnah antar sesama baik melalui media elektronik ataupun media lain yang mengakibatkan pihak yang merasa difitnah tersebut mengalami kerugian. Selain itu, acara tersebut di hadiri pula oleh KH. Nasrullah Rosid selaku Pimpinan Majelis Wanakib Rosidyah Poltangan Pasar Minggu Jakarta Selatan dan Ustad Muhammad Teguh selaku pimpinan Majelis Ta’lim & Ratib As Syifa.

 

Wartawan:  Ilham Rasyid / Editor:  Fitra Nugraha

TINGGALKAN KOMENTAR

20 − 9 =