PENGAMAT MEDIA APRESIASI IMN BEDAH VISI PRABOWO

PENGAMAT MEDIA APRESIASI IMN BEDAH VISI PRABOWO

0
BAGIKAN

Banteninfo,- Pengamat media Aat Surya Safaat mengapresiasi Institut Madani Nusantara (IMN) yang akan membedah visi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam acara bedah buku di Jakarta awal September 2018 ini.

Dalam tanggapan terhadap rencana bedah buku dari buku Prabowo yang berjudul “Paradoks Indonesia” itu, Aat di Jakarta, Sabtu pagi mengemukakan, apa yang dilakukan IMN sangat penting untuk mengetahui bagaimana pandangan strategis Prabowo tentang pengelolaan sumberdaya alam Nusantara.

“Saya kira buku tentang pandangan strategis Prabowo terkait paradoks Indonesia itu bisa menjadi masukan yang sangat penting bagi pemerintah terkait pembangunan ekonomi dan pengelolaan sumberdaya alam Indonesia,” kata mantan Kepala Biro Kantor Berita ANTARA di New York itu.

Buku berjudul “Pandangan Strategis Prabowo Subianto, Paradoks Indonesia” itu sendiri diluncurkan tahun lalu, tepatnya pada 1 April 2017 di Jakarta. Buku tersebut dibuat sebagai bentuk kritikan yang membangun untuk Pemerintah.

Baca Juga :   LBH Panglima Tb Buang: Omnibus Law Jahat

Aat lebih lanjut menyarankan IMN agar ke depan menampilkan lebih banyak lagi tokoh nasional untuk memberikan masukan terkait pembangunan ekonomi nasional dan pengelolaan kekayaan alam Indonesia bagi kesejahteraan rakyat.

Pada kesempatan yang sama Pengamat Kebijakan Publik dari Institute For Strategic and Development Studies (ISDS) M Aminudin juga mengapresiasi rencana IMN yang akan menghadirkan lebih dari 20 cendekiawan pada bedah buku Prabowo itu.

Menurut Aminudin, acara bedah buku tersebut sangat positif supaya publik bisa mengetahui visi Prabowo yang menekankan pada kemandirian ekonomi, terutama ketahanan pangan dan energi.

Direktur Eksekutif ISDS itu juga mengemukakan, sampai saat ini sumberdaya alam Indonesia yang melimpah belum mampu membawa kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia, sementara ketahanan pangan kian ringkih, terbukti dengan makin besarnya impor pangan.

Baca Juga :   Keterlibatan Pejabat Pemerintah Dalam KLB Diduga Ciderai Demokrasi

“Tentu persoalan ini layak dijadikan wacana diskusi publik menjelang Pilpres 2019, sehingga pemilih mendapat gambaran yang jelas tentang visi dan kapasitas kebijakan kandidat Presiden RI,” katanya.

Aminudin juga menyarankan perlunya para menteri ekonomi Kabinet Kerja untuk menjelaskan dalam berbagai forum mengenai upaya pemerintah dalam membangun ekonomi dan mengelola kekayaan sumber daya alam bagi kesejahteraan rakyat

Ia menambahkan, rakyat Indonesia sejatinya bisa menjadi sejahtera karena berada di negeri dengan kekayaan sumber daya alam yang relatif melimpah. (*/rls)

TINGGALKAN KOMENTAR

17 − 4 =