Pendidikan di Banten Memprihatinkan

Pendidikan di Banten Memprihatinkan

0
BAGIKAN

Oleh Muhlas (Mahasiswa Unindra/Asal Banten)

Banteninfo, (opini) – Kemajuan suatu daerah, di lihat dari sumber daya manusianya (SDM). Oleh karena itu, suatu daerah harus melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas yang mampu memajukan daerah itu sendiri dan mampuh bersaing di berbagai sektor. Semua itu dapat di wujudkan, melalui pendidikan yang merata dan berkualitas.

Berbicara pendidikan yang baik dan berkualitas, ada beberapa aspek penunjang yang harus diperhatikan, antara lain :

1. Kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan.
Masyarakat Banten masih kurang peduli akan pentingnya pendidikan, itu semua bisa di lihat dari masih tingginya angka putus sekolah.

2. Pendidikan yang merata
Tanpa kita pungkiri di Provinsi Banten pendidikan masih belum merata, bisa kita lihat di beberapa pelosok pedesaan, terutama di Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak. Di dua kabupaten ini, untuk menuju lokasi sekolah SD/MI saja mereka harus menempuh jarak berkisar 2-4 KM, SMP/MTS 3-5 KM dan SMK/SMA/ALIYAH 5-8 KM. Sungguh sangat miris sekali, masih jauh dari kata pendidikan yang merata di banten.

Baca Juga :   Menjadi Masyarakat Cerdas Pada Pilpres 2019

3. Infrastruktur yang memadai
Bisa kita lihat dari penyediaan infrastruktur, SMK misalnya, fasilitas perakteknya kurang memadai, ketinggalan zaman, bahkan masih banyak sekolah di banten yang kondisinya sudah tidak layak pakai.

4. Kualitas tenaga pendidik
Menjadi seorang guru merupakan panggilan hati. Ada empat kompetensi yang harus dimiliki oleh guru profesional berdasarkan UU No. 14 tahun 2005 Tentang guru dan dosen yaitu pedagogik, profesional , kepribadian dan kompetensi sosial. Untuk saat ini, kita dapat temui beberapa guru yang berada di provinsi Banten, mereka menjadi guru bukan sebagai panggilan hati tetapi semata-mata untuk menjalankan kewajibannya bekerja. Padahal, mereka belum memiliki empat kompetensi berdasarkan UU, hal itu dibuktikan dengan tidak adanya sertifikat pendidikan. Mereka mengajar hanya sebatas modal pengetahuan, tanpa ada kompetensi pedagogik, pengajarannya pun sebatas metode pengajaran yang kuno, sehingga dalam sistem proses belajar mengajarnya tidak efektif dan atraktif. Guru-guru yang ada di Banten masih berada jauh dari kata profesional.

Baca Juga :   Jokowi, Jangan Curi Ilmu Ahok

5. Lulusan yang berkualitas
Lulusan yang berkualitas adalah lulusan yang mampuh bersaing di dunia kerja. Bagaimana lulusan yang ada di Banten berkualitas dan mampuh bersaing di dunia kerja, sedangkan pendidikannya belum merata, infrastruktur tidak memadai, kualitas guru yang masih rendah.

Sungguh sangat miris pendidikan di Banten yang anggarannya paling besar dari APBD yaitu 3,19 triliun rupiah. Maka timbul lah pertanyaan kemana APBD tersebut ?, Karena nyatanya pendidikan di Banten masih belum merata dan jauh tertinggal.

Hal inilah yang menyebabkan perovinsi Banten tertinggal. Padahal Provinsi Banten adalah tetangga Provinsi DKI Jakarta yang merupakan ibu kota Indonesia, Sungguh sangat miris dan teragis. Dengan kondisi seperti ini, seharusnya Gubernur Banten memperhatikan pembangunan dan peningkatan sumber daya manusia (SDM) dibidang pendidikan khususnya, namun nyatanya Banten jauh tertinggal diberbagai sektor.
(Red/R.Asback)

TINGGALKAN KOMENTAR

9 − 3 =