Pemulihan UMKM usai pandemi covid-19

Pemulihan UMKM usai pandemi covid-19

0
BAGIKAN

Oleh : Retno Yuhani (Kasi Verifikasi dan Akuntansi KPPN Jakarta III)

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan urat nadi perekonomian bangsa Indonesia yang memiliki peran penting dalam kegiatan ekonomi, sekaligus penyedia lapangan kerja terbesar.

Selain itu UMKM juga sebagai sumber pendapatan bagi kelompok masyarakat yang kurang mampu, sehingga dapat mengurangi kemiskinan, serta UMKM juga berperan dalam pembangunan ekonomi pedesaan.

Dengan adanya Pandemi Covid-19, salah satu sektor yang sangat terpukul adalah UMKM, yang juga berimbas ke penurunan ekonomi nasional, karena UMKM mempunyai kontribusi yang sangat besar dalam perekonomian nasional. Ketika pandemi berlangsung, mayoritas UMKM memiliki cadangan modal yang terbatas untuk menjalankan kegiatannya. UMKM tergolong paling retan terhadap krisis akibat pandemi covid-19.

Bagi UMKM, pandemi ini menyebabkan sulitnya pengaturan keuangan, terganggunya proses produksi, terhambatnya operasional usaha dan bahkan berdampak pada pengurangan pekerja.

UMKM telah diakui pemerintah sebagai sektor terpenting dan strategis bagi pembangunan ekonomi nasional. Apabila UMKM tidak berjalan semestinya akibat covid-19, maka sebagian besar pembangunan ekonomi akan terhambat. Oleh karena itu, pelu adanya kolaborasi yang baik dan kuat antara pemerintah, BUMN, dan pemangku kepentingan lainnya guna mempercepat proses pemulihan UMKM.

Pemulihan UMKM yang cepat di masa pandemi ini akan membantu sebagian besar perekonomian Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM saat ini mencapai 64,19 juta dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 61,97% atau senilai 8.573,89 triliun rupiah.

UMKM menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang besar yaitu 97% dari daya serap dunia usaha pada tahun 2020. Menurut Tulus Tambunan dalam bukunya yang berjudul Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Indonesia, ada beberapa alasan yang mengemukakan pentingnya UMKM bagi perekonomian nasional, diantaranya :

  1. Jumlah UMKM yang sangat banyak dan tersebar di perkotaan maupun pedesaan.
  2. UMKM tergolong sangat padat karya, mempunyai potensi pertumbuhan kesempatan kerja yang besar dan peningkatan pendapatan.
  3. UMKM membantu dalam menampung banyak pekerja yang memiliki tingkat pendidikan yang rendah.
  4. Menjadi titik awal mobilitas investasi di pedesaan sekaligus sebagai wadah bagi peningkatan kemampuan wiraswasta.
  5. UMKM mampu menyediakan barang-barang kebutuhan yang relatif murah.
  6. UMKM memiliki tingkat fleksibilitas yang tinggi, mampu dan cepat beradaptasi dalam kemajuan jaman.
Baca Juga :   Analisa Dinamika Hubungan Indonesia-Mesir dan Prospek Kepentingan Nasional Indonesia

Sebagai upaya pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi pasca pandemi covid-19 dan untuk memajukan UMKM di Indonesia, antara lain dengan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang merupakan salah satu program yang dicetuskan pemerintah untuk memulihkan ekonomi Indonesia akibat dampak covid-19.

Program ini dibuat berdasarkan PP Nomor 23 tahun 2020 yang kemudian diubah menjadi PP Nomor 43 tahun 2020. Program PEN digulirkan untuk mendukung UMKM dan menjaga kelanjutan pemulihan ekonomi. Pemerintah berharap program PEN ini dapat mendorong UMKM untuk kembali pulih setelah pandemi covid-19 ini.

Selain itu, beralih ke online menjadi solusi bagi pelaku UMKM untuk bertahan dari pandemi covid-19. Perubahan gaya hidup masyarakat akibat diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menjadi belanja secara online, sebagai peluang untuk bertahan. Manfaat yang dapat diperoleh para UMKM jika beralih ke online, diantaranya konten kanal penjualan online dapat diatur sesuai kebutuhan bisnis. Melalui penjualan online kita dapat memasarkan produk kemana saja dan ke siapa saja.

Baca Juga :   Membangun Sinergi Gerakan Untuk Indonesia Yang Lebih Baik

Bisnis UMKM secara online diharapkan dapat menjangkau lebih banyak konsumen, sehingga mampu meningkakan penjualan. Para pelaku UMKM dapat mulai berjualan online dengan cara penggunaan media sosial, seperti facebook, Instagram, marketplace, dan sejenisnya, sehingga diharapkan sudah dapat beradaptasi dengan ekositem digital, yang membawa pengaruh signifikan pada pendapatan mereka.

Peningkatan jumlah UMKM yang beralih ke digital merupan fondasi bagi Indonesia untuk mengoptimalkan potensi ekonomi digitalnya. Sejalan dengan hal tersebut, potensi peningkatan nilai ekonomi digital di Indonesia diprediksi akan mengalami peningkatan yang signifikan.

Untuk itu, upaya ini perlu disertai perluasan akses pasar, peningkatan kualitas SDM, juga kualitas maupun kuantitas produksi.

Upaya lain dari pemerintah untuk memajukan UMKM yaitu dengan mencetuskan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan melalui lembaga keuangan dengan pola penjaminan. Tujuan dari KUR ini adalah untuk meningkatkan akses pembiayaan dan memperkuat permodalan UMKM.

Selain itu pemerintah juga membentuk Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI), yang merupakan salah satu program pemerintah sebagai upaya pemerintah untuk memajukan UMKM yang diluncurkan pada tahun 2020. Tujuan dibentuk gerakan ini adalah untuk menciptakan industri baru dan tentunya meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Melalui program ini pemerintah mendorong pelaku UMKM untuk bergabung ke platform digital.

Dengan adanya beberapa upaya dari pemerintah sebagaimana di atas, diharapkan proses pemulihan UMKM setelah masa pandemi covid-19 bisa segera terwujud, yang tentunya atas kerja sama dengan seluruh pihak terkait, maupun dengan pelaku UMKM itu sendiri. Dengan demikian akan tercipta fundamental perekonomian nasional yang kuat untuk Indonsia Maju.

TINGGALKAN KOMENTAR

twenty − two =