Peluang Gigantisasi PLN Menyongsong Era Kendaraan Listrik

Peluang Gigantisasi PLN Menyongsong Era Kendaraan Listrik

0
BAGIKAN

Oleh : Muhammad Nur_(KPPN Banda Aceh)

Pada tahun 2022 ini, tepatnya tanggal 27 Oktober nanti, PLN merayakan hari jadinya yang ke-77. Sudah seumuran dengan kemerdekaan Indonesia. Di dalam perayaan ultahnya kali ini, PLN sebagai salah satu BUMN memberikan banyak program promo seperti biaya tambah daya yang murah, dan program-program lainnya.

PLN menyatakan bahwa salah satu tujuan program ini adalah untuk meningkatkan daya saing UMKM. Namun, bukan itu yang akan menjadi topik tulisan ini, melainkan tentang peluang PLN untuk menjadi lebih besar dengan semakin populernya program kendaraan listrik di tahun-tahun mendatang. Lalu, apakah PLN siap?

Era kendaraan listrik sebenarnya bukanlah hal baru lagi. Sejak munculnya salah satu perusahaan raksasa milik Elon Musk, yaitu TESLA, maka kendaraan listrik seperti menjadi sebuah fenomena baru di kancah industri kendaraan khususnya mobil. Para produsen lainnya pun seolah tidak mau kalah dan ketinggalan zaman. Mereka-pun berlomba-lomba memproduksi kendaraan listriknya. Tidak hanya kendaraan protoype bahkan juga sudah merambah ke kendaraan massal.

Para produsen tersebut pada umumnya sudah membuat satu divisi kendaraan listriknya sendiri-sendiri, dan kebanyakan juga sudah merancang program jangka panjang untuk produksi kendaraan listriknya.

Sementara itu, di Indonesia sendiri demam kendaraan lsitrik juga bisa dikatakan sudah dimulai sejak beberapa tahun lalu. Mungkin masih segar dalam ingatan ketika kala itu Menteri BUMN, Dahlan Iskan menginisiasi mobil listrik TUCUXI bersama beberapa anak muda yang dijuluki “Putera Petir”, seperti Danet dan Ricky Elson.

Hingga sampai saat ini pun, salah satu produk tersukses yang mungkin masih bisa kita kenali adalah mobil SELO dan beberapa kendaraan yang diproduksi khusus untuk angkutan para peserta Asian Games 2018. Selain mobil, sepeda motor listrik juga sudah cukup booming beberapa tahun belakangan di negeri kita.

Baca Juga :   21 Tahun Banten, BEM SI Korda Banten Apresiasi Kinerja WH

Mungkin, dalam satu atau dua dekade ke depan, kita sudah tidak akan asing lagi dengan kendaraan listrik. Justru, kendaraan konvensional berbahan bakar fosil di era itu mungkin akan menjadi sesuatu yang aneh dan klasik. Tahun 2022 ini saja, sudah banyak produsen mobil seperti Hyundai, BMW, Wuling, Honda, Suzuki, Toyota, dan sebagainya yang meluncurkan produk mobil listrik mereka.

Salah satu keunggulan yang ditawarkan oleh kendaraan listrik adalah zero emission karena tidak mengeluarkan asap dan ramah lingkungan. Selain itu, kendaraan listrik juga diklaim mampu berjalan hingga ratusan kilometer dalam sekali full charge. Kendaraan-kendaran listrik ini memang dikatakan bisa di-charge dirumah dengan adaptor tersendiri (biasanya diberi bawaan dari produsen). Namun, potensi kendaraan kehabisan energinya di tengah perjalanan tentu ada, bukan?

Di negara-negara lain di luar negeri, umumnya sudah mulai banyak tersedia stasiun pengisian bahan bakar listrik. Namun, bagaimana dengan di Indonesia? Sepertinya masih belum ada, atau jika ada-pun masih sangat-sangat jarang. Nah, potensi dan peluang inilah yang mungkin bisa dilihat oleh PLN selaku (dapat dikatakan) produsen listrik satu-satunya dan terbesar di Indonesia.

Dengan segala sumber daya yang dimiliki, sudah seharusnya PLN juga memikirkan hal ini. Peluang dan potensi booming kendaraan listrik di era (mungkin) satu atau dua dekade mendatang adalah sebuah hal yang harus disiapkan oleh PLN. Mulai saat ini, PLN mungkin perlu untuk membangun stasiun-stasiun pengisian bahan bakar listrik. Kalaupun tidak atau belum di suatu area tersendiri, mungkin bisa dibangun di mall-mall atau tempat-tempat keramaian lainnya.

Baca Juga :   LGBT Musuh Agama-Agama.

Metode lain yang bisa digunakan oleh PLN adalah dengan membuat stasiun pengisian bahan bakar listrik mobile (seperti yang dilakukan Pertamina dengan mobil-mobil SPBG nya). Cara lain yang bisa dilakukan atau diberikan oleh PLN adalah memberikan kemudahan dan biaya terjangkau untuk penambahan daya. Dan hal ini sudah mulai dilakukan oleh PLN. Targetnya tentu bukan hanya untuk UMKM, tapi juga untuk rumah tangga yang mampu dan berpotensi membeli mobil/kendaraan listrik.

PLN dapat dikatakan sebagai perusahaan BUMN bidang kelistrikan satu-satunya di negeri ini. Dengan penguasaan tunggal tersebut, PLN dapat mencakup area yang sangat luas. Memang ada beberapa wilayah yang tidak terjangkau layanan PLN sehingga menggunakan listrik mandiri maupun swasta. Akan tetapi, cakupan dan ukuran perusahaan-perusahaan tersebut tentulah tidak sebesar PLN.

Unit-unit PLN juga sangat luas cakupannya seperti pembangkitan, penyaluran (transmisi) dan pengatur beban, serta unit distribusi pelanggan tersebar di seantero wilayah nusantara. Selain itu, PLN juga memiliki beberapa anak perusahaan seperti PT Indonesia Power, PT Pembakitan Jawa Bali, PT Indonesia Comnet Plus, PT Pengembang Listrik Nasional Gas dan Geothermal, dan sebagainya membuat PLN sebagai perusahaan listrik dapat dikatakan sebagai “raksasa” di bidang ini.

Dengan berbagai upaya tersebut dan juga dukungan pemerintah, diharapkan nantinya di era electric vehicle PLN akan mampu menjadi “raksasa” yang semakin besar lagi. Semoga.

TINGGALKAN KOMENTAR

three × five =