Oknum Anggota Polisi Diduga Peras dan Aniaya Warga

Oknum Anggota Polisi Diduga Peras dan Aniaya Warga

0
BAGIKAN

Kantor Polsek Bojonggede

Banteninfo(hukum),- Tiga oknum anggota polisi Polsek Bojonggede diduga melakukan penganiayaan dan pemerasan terhadap dua orang warga tanpa ada alasan yang jelas. Korban RH (33) dan H  tinggal di Kampung Parakan Jati RT 1 RW 3 Desa Susukan Kecamatan Bojonggede Kabupaten Bogor , (10/12).

Berdasarkan informasi yang dihimpun tim awak media Fakta Hukum Indonesia (FHI) peristiwa berawal kejadian, ketika RH (korban) beserta temannya kedatangan tamu yang hendak menitipkan kendaraan sebagai jaminan meminjam dana.

Namun dana RH tidak mencukupinya,“Ada yang mau pinjam uang, dia jaminkan kendaraannya, tapi saya tidak pegang uang cukup, saya tanya relasi untuk bisa bantu,” kata RH di rumahnya, Rabu, (5/12/18).

Tiba-tiba datanglah inisial M (pemuda setempat) menghampiri RH dan menyuruh RH keluar dari rumah proyek yang saat itu dia kerjakan, setelah RH keluar, ditemui ada tiga orang oknum Polisi inisial (L), (T) dan (T) yang mempertanyakan terkait kepemilikan kendaraan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa kendaraan tersebut milik temannya,”Itu punya teman saya, dia mau pinjam uang, kendaraan ini sebagai jaminannya,”ujar RH.

Oknum polisi malah meminta kunci kendaraan, lanjut RH,”Untuk apa pak,”tanya RH. Tanpa memberikan penjelasan oknum polisi tersebut langsung memukul RH menggunakan gagang pistol dan menganiaya sampai RH tersungkur tergeletak di tanah.

Menurutnya dalam kondisi setengah sadar RH akhirnya menyerahkan kunci mobil tersebut kepada oknum polisi.”Akhirnya konci saya serahkan ke oknum polisi itu, antara sadar dan tidak, kepala saya di pukul gagang pistol,”ujar RH.

Usai menerima kunci, oknum Polisi sempat dihadang warga yang menyaksikan adanya peristiwa tersebut, namun warga ditodongkan senjata api. “Saya dan warga dibawa ke kantor Polisi untuk di BAP, sesampainya disana kami dimintai keterangan,”ungkap RH.

Kemudian, lanjut RH oknum Polisi melakukan penggeledahan seluruh badan, dompet, jaket yang berisikan uang senilai 4 juta rupiah disita, begitupun warga yang menyaksikan peristiwa tersebut dirampas handphonenya tanpa dikembalikan.”Dompet, Uang 4juta, sama Hp warga disita belum dikembalikan,”tutur RH.

Baca Juga :   Usir Peserta Audiensi, Wakil Rakyat Tunjukkan Arogansinya

Kamis, (6/12/18) RH mendatangi Rumah Sakit yang berada di Citayam dengan tujuan untuk melakukan visum guna melaporkan tindakan arogansi oknum polisi ke Propam Polres Depok. Tapi pihak Rumah Sakit  sebelumnya meminta Surat Pelaporan dari Kepolisian terlebih dahulu  agar bisa proses visum, katanya.

Akhirnya RH demi mencari keadilan atas tindakan arogansi oknum anggota kepolisian, dia bertekad untuk melaporkannya ke Propam Polres Depok.  RH dengan ditemani salah satu warga bertemu Propam. Namun Propam Polres Depok malah memberikan opsi untuk ber musyawarah secara kekeluargaan dengan oknum polisi pelaku penganiayaan, tanpa memberikan Surat Tanda Laporan (STL).

RHpun pulang dan Keesokan harinya RH dengan ditemani rekannya,  melaporkan kembali kepada Propam Polres. Sampai di sana petugas Propam tidak ada di tempat alias kosong, RHpun lagi-lagi belum bisa melaporkan peristiwa yang menimpanya.

Tim media FHIpun melanjutkan konfirmasi dan klarifikasi kepada oknum anggota Polisi yang diduga arogan, namun hingga berita ini diturunkan oknum polisi tersebut sulit untuk ditemui.

Sementara sebelumnya pernah menjadi viral dan trending topik di kalangan awak media adanya oknum anggota polisi yang bertindak arogan saat berkendara di jalan raya, sehingga Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Idham Azis angkat bicara dan memberikan ketegasan.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Idham Azis:

“Siapapun Anggota Melanggar Kami Tindak”

Sementara Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis, dalam penegasannya mengatakan,”Enggak boleh anggota polisi mentang-mentang, enggak boleh sok-sokan, enggak boleh arogan, iya kan? Jadi, kalau dia melanggar, kami tindak. Saya yakinkan sama teman-teman (awak media), pasti saya tindak,” ujar Idham.

Idham menyebut, kepolisian telah menetapkan ketentuan khusus bagi aggotannya saat menjalankan tugas. Ia berharap, ketentuan ini dipatuhi oleh seluruh jajarannya.

Baca Juga :   Tolak Politisasi APBD, Pimpinan KAMMI Cilegon Diseret Pamdal

“Selama ini juga jelas kok kebijakan saya, siapa anggota yang melanggar kami tindak. Ada kategori disiplin, ada etika, ada pidana. Nanti tinggal kita lihat saja,” tambah Idham.

Ketua Umum LSM Kampak Mas-RI, Macindy:

Tindak Tegas Oknum Polisi Arogan

Sikap arogansi yang dilakukan oleh oknum polisi tidak hanya mencoreng wajah kepolisian di negeri ini. Tetapi, juga menambah rentetan panjang arogansi oknum aparat penegak hukum terhadap rakyat yang seharusnya dilindungi dan diayomi.

Indonesia tentu tidak butuh oknum polisi yang bermental “barbar” yang “sok berkuasa” sehingga dengan kekuatan yang dimilikinya ia melakukan “penindasan” kepada masyarakat.

Warga masyarakat tentu sepakat, bahwa sekecil apapun tindak kejahatan dan tindakan melanggar hukum tidak dibenarkan menurut hukum. Namun, tidak kemudian hal ini menjadi dalih bagi oknum aparat negara untuk melakukan kekerasan yang notabene juga kejahatan.

Ketum LSM Kampak Mas RI Macindy Praditha mengatakan,“Tentunya jadi aneh ketika di satu sisi pihak kepolisian menyerukan kepada masyarakat untuk tidak main hakim sendiri, tetapi di sisi lain, justru oknum polisi pula yang mempraktikkan tindakan tersebut.“jelas Macindy.

Ironisnya, aksi main hakim sendiri yang melibatkan oknum Polisi, dan disaksikan oleh orang-orang yang berada di lokasi kejadian. “Sebagai bagian dari masyarakat yang hidup di negara hukum, kita berharap kepada Kapolri agar mengambil sikap tegas terhadap oknum bawahannya yang bersikap arogan.”tutur Macindy.

“Peristiwa ini semoga yang terkahir dan tidak lagi terulang di masa depan, saya yakin, masih banyak polisi-polisi baik di negeri ini, jangan sampai hanya karena kelakukan oknum “kurang berpendidikan” ini justru dapat menghilangkan simpati masyarakat terhadap penegak hukum.”pungkasnya. (*/GOBRIS).

TINGGALKAN KOMENTAR

6 + eleven =