Nelayan Bojonegara Tenggelam di Perairan Cikantum

Nelayan Bojonegara Tenggelam di Perairan Cikantum

0
BAGIKAN

Serang (30/05/2021) – Seorang nelayan asal Desa Margagiri, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang tenggelam di Perairan Cikantum Sabtu (29/05/2021).

Diberitakan bahwa korban yang bernama Nurhendri bersama paman korban yaitu Baudin dan Endang yang merupakan orang tua korban sedang menuju ke bagan tancap (alat penangkapan ikan yang menggunakan jaring dan lampu yang diletakkan di perairan) yang berada di perairan sekitar Bojonegara.

Pada saat berjalan ke anjungan perahu, korban terpeleset sehingga jatuh ke laut. Melihat kejadian itu, paman bersama orang tua korban langsung memutar perahunya untuk memberikan pertolongan. Namun pada saat itu korban tidak bisa ditemukan.

Operasi pencarian dilakukan oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari Tim Rescue KPP Banten, Unit Siaga SAR Merak, ABK KN SAR Drupada, Kepolisian Perairan (Polair) Polda Banten, Babinkamtibnas, Babinsa, IKMBP dan masyarakat Desa Margagiri pada pukul 13.30 WIB dan menghentikan pencarian pada pukul 17.00 WIB karena kondisi yang tidak memungkinkan dan akan dilanjutkan keesokan harinya pada pukul 07.00 WIB.

Baca Juga :   Lagi, Geruduk Literasi Komunitas Sepeda dan Musang Hadir di Walantaka

Dikutip dari radar24news.com, Zainal selaku Ketua Tim SAR mengatakan bahwa awalnya korban terjatuh ke laut saat jalan di anjungan perahu. Diduga korban tidak hati-hati saat berjalan itu.

“Kemungkinan korban tidak bisa berenang dan hilang tenggelam,” tutur Zainal.

Berdasarkan kesaksian salah satu anggota tim yang juga ikut serta dalam pencarian mengatakan bahwa meskipun pencarian yang dilakukan oleh Tim SAR gabungan belum berhasil menemukan korban karena kondisi yang tidak memungkinkan, namun keluarga dan masyarakat setempat terus memantau sehingga korban akhirnya ditemukan pada Minggu (30/05/2020), tepatnya pukul 02.30 dini hari oleh keluarga korban.

Korban ditemukan oleh keluarganya dengan menggunakan kapal yang biasa dipakai saat berlayar mencari ikan.

Baca Juga :   Taman Baca LSP Gelar Lapak Baca di Desa Pulo Kab. Serang

Ari Dailami, selaku ketua IKMBP Pusat mangatakan bahwa dicuaca buruk seperti ini resiko para nelayan sangat menghawatirkan oleh karenanya kami himbau untuk para nelayan agar tetap meningkatkan kewaspadaan saat pergi melaut dan memastikan kondisi kapal tetap aman serta menyediakan perlengkapan pelayaran ketika akan melaut.

“Pemerintah harus menyediakan ruang bagi nelayan dan juga akses jalan menuju laut, jangan semua laut dikuasai oleh para pelaku usaha pelabuhan atau jeti, ini untuk menjaga agar kapal-kapal besar tidak menutupi jalan nelayan yang sudah di tetapkan oleh pemerintah yang dapat meminimalisir risiko tabrakan,” pungkasnya.
(AI/002)

TINGGALKAN KOMENTAR

one × three =