Merebaknya Sampah Masker Medis Atau Masker Sekali Pakai di Lingkungan Masyarakat

Merebaknya Sampah Masker Medis Atau Masker Sekali Pakai di Lingkungan Masyarakat

0
BAGIKAN

Oleh: Suheni

Wabah penyakit corona (Covid-19) pertama kali muncul di akhir Desember 2019, berasal dari pasar makanan laut yang berada di negara Cina di Kota Wuhan dan dinyatakan sebagai darurat kesehatan masyarakat internasional dalam beberapa minggu oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO, 2020). Ini adalah penyakit yang menular yang disebabkan oleh sindrom pernafasan akut parah corona virus (Islam dkk, 2020; Nghiem dkk, 2020).

Salah satu penyebab virus ini adalah mengkonsumsi hewan kelelawar, meskipun sumber pelanatara yang berasal dari manusia tidak diketahui dengan jelas, kemampuan tepat yang ditularkan dari manusia ke manusia ini, akan tetapi telah ditetapkan penularan virus ini melalui kontak langsung dengan orang yang terkena irus tersebut bisa melalui batuk, bersin dan berbicara. Penyebaran virus ini sangat cepat sampai pada awal Maret 2020 salah satu warga negara Indonesia dinyatakan positif corona dan langsung di isolasi oleh tim medis tetapi semakin hari virus tersebut semakin menyabar di kalangan masyarakat Indonsesia dan akhirnya pemerintah di Indonesia menyatakan untuk me-lockdown dan memberhentikan untuk sementara waktu tidak ada kegiatan tatap muka (offline) tetapi dengan cara daring (online) dalam dunia pendidikan, memberlakukan untuk mematuhi 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak).

Baca Juga :   Baksos 1000 Paket Sembako Dibagikan Grup 1 Kopassus Door To Door di Desa Binaan

Maka dari itu, masyarakat banyak yang meggunakan atau memakai masker bedah atau masker sekali pakai yang dimana masker tersebut sangat berpengaruh negatif terhadap kesehatan lingkukan. Karena bahan masker medis tidak mudah terurai di alam, bahkan masker bekas pemakaian bisa jadi sumber penyebar virus karena virus bisa bertahan 7 hari dibagian dalam masker tetapi di bagian luar masker virus bisa bertahan sampai tujuh hari stabilitas virusnya dan masih aktif, maka dari itulah masker sekali pakai sangaat rentang terhadap penyebaran virus dan bisa menjadikan penyebab penumpukan sampa yang ada di lingkukan. Maka dari itu juga, dianjurkan untuk memakai masker kain atau masker yang bisa di gunakan berulang akan tetapi masker yang sesuai dengan ketentuan seperti masker kain yang dilapisi dengan dua lapis dan bagian tengah bisa dilapisi oleh tisu sebagi filter. Hal ini bisa mengurangi maraknya sampai masker dan mencegah penularan virus. Untuk masyarakat yang memproduksi masker kain bisa terbantu baik dalam segi pemasaran maupun ekonominya.

Baca Juga :   Corona, Antara Ada Dan Tiada Pada Masyarakat Permukiman Kumuh

Jika masih bingung memilih kain masker yang tepat untuk digunakan kepala anestesiologi di Woke Forest Baptist Health, Dr. Scott Segal yang kini mempelajari masker buatan rumahan memberikan saran, langkah pertama untuk kain masker yang tepat yaitu merentangkan kain yang akan digunakan menghadap kearah cahaya, jika cahaya menembus dengan mudah melalui serat kain dan sera itu bisa dilihat oleh kesat mata artinya itu bukan bahan yang bagus dan tepat untk digunakan, bahan yang baik untuk di gunakan yaitu bahan yang tidak terlihat serat kainnya saat diuji cobakan dengan merentangkan kain kerah cahaya dan cahaya yang tembus tidak ada.

Sumber Refrensi
Nghiem, LD, Morgan, B., Donner, E., Short, MD, 2020.Pandemi COVID-19:pertimbangan untuk sektor jasa limbah dan air limbah. Studi Kasus. Chem. Mengepung. Eng. 1, 10.0006 .
Kolasi Pemuda Hiijau Indonesia. (2020, 30 Mei). Dampak Merebaknya Pandemi COVID_19 Terhadap Lingungan. Diakses pada 08 Maret 2021, dari https://kophi.or.id/dampak-merebaknya-pandemi-covid-19-terhadap-lingkungan/
Kompas.com. (2020, 06 April). Jenis Bahan yang Direkomendasikan Untuk Membuat Masker Kain. Diakses pada 08 Maret 2021, dari https://amp.kontan.co.id/news/ini-jenis-bahan-yang-direkomendasikan-untuk-membuat-masker-kain

TINGGALKAN KOMENTAR

fifteen − 5 =