Menelusuri Jejak Toleransi Di Vihara Avalokitesvara, Kasemen Kota Serang

Menelusuri Jejak Toleransi Di Vihara Avalokitesvara, Kasemen Kota Serang

0
BAGIKAN

Serang (30/06/2022) – Berjarak hanya beberapa meter dari bibir pantai laut Jawa,  aroma laut dan pantai seakan sudah menjadi keseharian suasana di Vihara Avalokitesvara yang terletak di Kecamatan Kasemen Kota Serang ini.  Angin laut yang lumayan sejuk menyambut kedatangan kami  menemui Romo Asaji Manggala Putra ( 73 ), Humas Vihara Avalokitesvata.  Kedatangan kami kali ini bermaksud bukan hanya sekedar menelusuri jejak sejarah Vihara Avalokitesvata yang sudah banyak ditulis berbagai media namun juga mencoba menghirup langsung suasana toleransi yang menurut sejumlah kalangan diyakini merupakan bukti bahwa bagi masyarakat Banten, perbedaan agama dan budaya tidak menjadi penghalang untuk hidup berdampingan secara damai.

Sambil menunggu Romo Asaji  yang  masih menerima kunjungan beberapa pelancong lokal,  kami menyempatkan berkeliling melihat suasana sejuk Vihara yang lenggang sejak pandemi Covid-19 melanda tanah air. Ornamen Tionghoa dengan warna khas merah begitu kental menghiasi berbagi sudut Vihara yang memiliki luas hampir 10 hektar ini.  Sementara di bagian belakang vihara, terdapat  banyak pepohonan rindang dan tempat duduk yang nyaman untuk sekedar bersantai serta bangunan sejenis ruang pertemuan yang bisa digunakan untuk berbagai acara. Menurut Romo Asaji, kerap mahasiswa dari berbagai organisasi memanfaatkan ruang pertemuan ini untuk menyelenggarakan berbagai acara kemahasiswaaan.   Bersebelahan dengan gerbang luar, terdapat dua pohon bodi besar yang bibitnya didatangkan langsung dari kawasan candi Borobodur Jawa Tengah.

Baca Juga :   KKM Untirta di Desa Kalumpang Adakan Workshop Pelatihan dan Praktik Budidaya Ikan Nila Merah

Seusai menerima kunjungan pelancong lokal, dengan ramah Romo Asaji menghampiri  kami yang sudah menunggu di kursi panjang khusus pengunjung. Setelah berkenalan sesaat dengan suara lantang di usia yang tidak lagi muda, Romo Asaji secara detil menguraikan mengenai sejarah dan perjalanan panjang  Vihara Avalokitesvara sebagai salah satu Vihara tertua di Indonesia yang dibangun pada abad ke-16 ini.  Sejarah pendirian Vihara ini sangat erat kaitannya dengan Syekh Syarif Hidayatullah yang juga dikenal sebagai Sunan Gunung Jati, salah satu penyebar agama Islam di tanah Jawa yang memiliki istri keturunan Kaisar Tiongkok bernama Putri Ong Tien.  Melihat banyak pengikut sang putri yang masih memegang teguh keyakinannya, Sunan Gunung Jati memberikan sebidang tanah di Desa Dermayon berdekatan dengan Masjid Agung Banten sebagai lokasi pembangunan vihara. Pada tahun 1774 vihara dipindahkan ke Kawasan Pamarican hingga sekarang.

Baca Juga :   KAMMI UIN SMH Banten Gelar Program KAMMI Berbagi

Setelah hampir tiga abad berlalu,  hubungan harmonis antara masyarakat Banten dengan Vihara Avalokitesvara masih terjaga sampai sekarang. Menurut Romo Asaji,  Vihara Avalokitesvara ini  bebas dikunjungi bebagai lapisan masyarakat dari berbagai latang belakang yang berbeda.  Juga bukan hal yang aneh ketika Vihara Avalokitesvara menampilkan permainan barongsai dan kekurangan pemain,  penduduk lokal yang bukan berasal dari kalangan vihara ikut dilibatkan memainkan tarian khas Tiongkok ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

1 × 5 =