BAGIKAN

Serang – Sejumlah Alinasi yang tergabung dalam Pergerakan Terdepan Mahasiswa Peduli Corona Virus Disease (Pandemi COvid-19) berunjuk rasa di depan kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kota Serang, Jum’at (12/06/2020).

Aksi ini merupakan gabungan dari Himpunan Mahasiswa Serang (HAMAS), SWOT Banten, HIMAWA dan Perkumpulan Mahasiswa Curug.

Ketua Umum HAMAS M. Busaeri, mengatakan berawal dari kekecewaan ketika melakukan Audiensi Dikantor Dinsos Kota Serang dan disambut oleh pihak Dinsos dan menyampaikan poin-poin yang mereka tuntut, dan ternyata setelah mereka kroscek yang menyambut ternyata bukan dari Dinas (Dinas Sosial) akan tetapi dari LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) setelah mereka kroscek dan mereka kecewa.

Aksi ini menuntuk tiga poin terhadap Dinas Sosial Kota Serang.

1. JPS (Jaring Pengaman Sosial) Kota Serang dari pengamatan sosial, belum lagi permasalah polemik mengambilkan uang kas daerah sebesar 1,9 Miliar dan menanyakan soal mekanisme pendistribusian dari JPS Kota Serang pada masyarakat Kota Serang.

Baca Juga :   Satreskrim Polres Pandeglang Berhasil Tangkap AM Tersangka Pencabulan Anak

2. Diduga ada oknum penyalahgunaan oknum DPRD Kota Serang yang bermain dalam mendistribusikan bantuan tersebut. Karena volume yang kita ketahui yang di berikan Pemkot untuk JPS Kota Serang untuk bantuan beras volumenya 10 kg tetapi setelah dikonfirmasi dan sampai kepada masyarakat bantuannya berubah menjadi 20 kg dan dalam 20 kg masih logo Pemkot Serang dan cap Dinsos. Setelah dikonfirmasi kepada masyarakat dan kata masyarakat ini bantuan dari Dewan.

Maka dengan polemik tersebut kami yang tergabung dalam Aksi ini mempertanyakan, apakah boleh lembaga legislatif mendistribusikan dalam hal teknis, karena yang kami ketahui tugas Dewan itu mengawasi bukan ikut mendistribusikan, dan kita paham tujunnya baik, akan tetapi apakah logis seorang Dewan ikut mendistribusikan dalam hal teknisnya.

Baca Juga :   Polemik Sewa Ikan Hias, Mahasiswa: Tidak Tepat Jika Pemkot Serang Dianggap Tidak Ada Rasa Empati Terhadap Masyarakat

Dan hal ini sudah kita konfirmasi kepada masyarakat dengan berupa pengakuan dan bukti-bukti yang kita pegang, dan kami duga ini ada oknum Dewan yang bermain dalam hal pendistribusian.

3. Mempertanyakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang menerima ketika audiesni di kantor Dinsos Kota Serang, dan pengakuanya LSM tersebut perwakilan dari Dinsos dan setelah kami konfirmasi kepada Sekdis Dinas Kota serang tidak mengtahui persoalan LSM dan surat audiensi dari kami belum masuk dan belum didisposisikan, dan kami yakin Kadis yang mengetahui tentang LSM tersebut, kita menunggu Kadis sampai sore, Kadis pun tidak sempet menemui. (R/FN)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

eleven + 13 =