Mahasiswa Kritisi Kebijakan Irna Yang Tidak Pro Rakyat

Mahasiswa Kritisi Kebijakan Irna Yang Tidak Pro Rakyat

0
BAGIKAN
Foto: Bupati Pandeglang, Irna Narulita Dimyati / instagram (irnacenter)

Pandeglang – Kebijakan Bupati Pandeglang Irna Narulita Dimyati membeli mobil mewah dan banyaknya jalan yang rusak membuat masyarakat geram. Tak terkecuali mahasiswa, mahasiswa beranggapan Bupati Pandeglang ini sudah mengecewakan rakyatnya.

Iman Hermawan mahasiswa asal Pandeglang mengutarakan kekecewaannya. Ia menuturkan seharusnya Bupati dalam mengambil kebijakan lebih pro terhadap rakyat kecil.

“Sebetulnya ini harus dijadikan prioritas pembangunan jalan-jalan desa, karena (jika jalan rusak) akan mengganggu baik pendidikan, ekonomi masyarakat setempat dan kesehatan. Nah, sekarang kesehatan sudah terbukti pentingnya,” tegas Iman kepada banteninfo.com, (20/03/2019).

Iman juga menuturkan bahwa pemerintah harus bertanggungjawab atas jalan yang rusak ditambah lagi dengan kesehatan masyarakat.

“Kita melihat (orang sakit ditandu) ini, merupakan kejadian yang seharusnya jadi perhatian pemerintah karena itu adalah tanggungjawab pemerintah, baik Pemerintah Daerah, Provinsi maupun Pusat. Karena akses jalan itu merupakan akses jalan Kabupaten yang seharusnya menjadi tanggungjawab Pemerintah Daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Gusti Wisnu Ramadhan mahasiswa asal Pandeglang melihat kebijakan Bupati membeli mobil baru kurang tepat disaat banyak infrastruktur jalan yang rusak.

Baca Juga :   di Kabupaten Serang, Buruh PT KPS Dirumahkan dan Tidak Dibayarkan Gajinya

“Terkait kebijakan Bupati atas pembelian mobil baru menurut saya itu kurang tepat dan saya menyayangkan disaat kondisi Kab. Pandeglang yang masih tertinggal dan banyaknya jalan infrastruktur yang rusak itu sangat melukai hati rakyat,” ujar Gustri.

Menurut Gustri untuk tahun 2017-2019 Pemkab. Pandeglang menganggarkan hampir 7,6 Miliar untuk pembelian Kendaraan Dinas (randis). Terutama randis Bupati yang harganya 1,9 Miliar perunit.

Gustri sangat prihatin dengan keadaan masyarakat di pedalaman yang ketika sakit harus ditandu berkilo-kilo meter dan itu fakta bukan rekayasa karena saya hidup di daerah yang termasuk jauh dari pusat kota yaitu di Kecamatan Cikeusik.

Walaupun demikian, Gustri masih berharap agar Bupati pandeglang kedepannya mengeluarkan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan rakyatnya.

“Harapannya sih agar Bupati Pandeglang benar-benar mengeluarkan kebijakan yg sesuai dengan kebutuhan rakyat, seperti infrastruktur jalan agar lebih diperhatikan karena ekonomi suatu daerah bisa mandeg jika jalan sulit untuk dilalui. Selanjutnya bukan hanya sektor ekonomi melainkan berpengaruh terhadap kesehatan dan pendidikan pula,” ucapnya.

Baca Juga :   Pembinaan HAM Bagi Mahasiswa UNBAJA, Kabiro HAM Banten Beri Kuliah Umum

Hal senada juga diungkapkan Fitra Nugraha, mahasiswa asal Pandeglang sekaligus peneliti di Mercusuar Institute. Dia mengatakan bahwa Irna Dimyati dalam pembangunannya kurang merata dan terkesan formalitas.

“Pembangunan  di Pandeglang kurang merata, banyak masyarakat miskin yang hidup memperihatinkan. Ini bisa dilihat dari Pandeglang merupakan Kabupaten/Kota termiskin se-Banten. Padahal Pandeglang mempunyai tambang emas di Cibaliung dan Kawasan Ekonomi Khusus di Tanjung Lesung.

Fitra juga mengungkapkan, Irna saat ini lebih fokus ke dalam perpolitikan bukan menyejahterakan rakyatnya. Ini bisa dilihat dari keluarganya yang semua menyalonkan jadi DPR RI ditambah penolakan Helikopter Prabowo turun di Alun-Alun pandeglang.

“Saya pikir Irna saat ini fokus perpolitikan, terutama dalam memenangkan keluarganya yang naik menuju Senayan. Sikap politik juga jelas ketika Irna tidak memperbolehkan Helikopter Prabowo turun di Alun-Alun Pandeglang,” ucapnya.

 

Wartawan: Wandi / Editor: Jemmy

TINGGALKAN KOMENTAR

fifteen − 14 =