Konferensi Pers APBN Regional Banten : Kinerja dan Fakta, Realisasi s.d Juni...

Konferensi Pers APBN Regional Banten : Kinerja dan Fakta, Realisasi s.d Juni 2022

0
BAGIKAN

Serang (28/07/2022) – Mewakili Kementerian Keuangan Regional Banten, Kepala Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta (Soetta) Finari Manan melakukan siaran persnya secara virtual melalui media zoom meeting. turut hadir sejumlah perwakilan pada kementerian keuangan dalam wilayah kerja Provinsi Banten yang terdiri dari Direktorat Jenderal  Perbendaharaan, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal kekayaan Negara, Bea Cukai serta undangan lainnya.

Finari menjelaskan mengenai langkah – langkah strategis pelaksanaan anggaran tahun 2022, yaitu :

  1. Melakukan perbaikan perencanaan
  2. Melakukan percepatan pelaksanaan program
  3. Melakukan percepatan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa
  4. Meningkatkan kualitas belanja melalui peningkatan efisiensi dan efektivitas belanja
  5. Meningkatkan monitoring dan evaluasi serta pengawasan internal
  6. Meningkatkan kualitas pelaksanaan belanja modal

Untuk Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I 2022 Provinsi Banten tumbuh sebesar 4,97%. Realisasi pendapatan APBN sampai dengan 30 Juni 2022 telah terealisasi sebesar 64,56%.

Hingga Juni 2022, Penerimaan Pajak mencapai Rp34,38 Triliun  Pertumbuhan penerimaan pajak sebesar 33,05% dengan capaian 65,08%

Kotribusi penerimaan pajak terbesar di provinsi Banten berasal dari penerimaan PPh Non Migas dan PPN.

Mayoritas jenis pajak mengalami pertumbuhan positif, kecuali pajak lainnya yang masih mengalami kontraksi sebesar 1,92%. Hal ini disebabkan oleh penurunan penerimaan dari Bea Meterai dan Bunga Penagihan PPN pada tahun 2022 dibandingkan dengan penerimaan pada periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan penerimaan pajak telah mengalami pertumbuhan positif sejak bulan April 2021 dan masih berlanjut hingga saat ini. Hal ini dipengaruhi oleh pemulihan perekonomian nasional pasca pandemi COVID-19.

Baca Juga :   Pramoedya dan Ingatan Sejarah Masa Lalu

Pertumbuhan penerimaan pajak pada tahun 2022 juga dipengaruhi oleh implementasi UU HPP dan banyaknya peraturan terkait insentif pajak yang sudah dicabut.

Pertumbuhan Penerimaan Neto Mayoritas Jenis Pajak Tumbuh Positif. Secara kumulatif semua jenis pajak dominan mencatat pertumbuhan positif.

PPh 21 secara kumulatif mengalami pertumbuhan positif, namun secara bulanan (y-o-y) mengalami kontraksi. Hal ini disebabkan oleh penerimaan besar pada bulan Juni 2021 yang berasal dari setoran PPh 21 atas THR yang diberikan kepada pegawai dan setoran atas Gaji ke-13 untuk PNS.

PPh 22 Impor tumbuh tinggi karena pemulihan ekonomi sehingga kegiatan impor terus meningkat.

PPh Badan tumbuh tinggi karena mulai membaiknya kinerja korporasi setelah mengalami tekanan pandemi COVID-19. Selain itu, pertumbuhan juga terjadi karena adanya dinamisasi PPh 25.

Pertumbuhan pada PPh Final tahun 2022 ditopang oleh Program Pengungkapan Sukarela (PPS) yang mulai berlaku pada awal tahun 2022.

PPN DN dan PPN Impor mengalami kenaikan disebabkan oleh kenaikan tarif PPN naik menjadi 11% yang berlaku mulai tanggal 1 April 2022.

Untuk realisasi penerimaan DJBC Per 30 Juni  2022 tumbuh signifikan didorong kinerja positif seluruh komponen penerimaan. Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Rp5.962.651.823.889 (62,61% dari target APBN, tumbuh 22,00%).

Bea Masuk tumbuh 20,28%, hal ini didorong kinerja impor nasional, terutama barang konsumsi dan kebutuhan bahan baku/penolong kebutuhan industri Raw Sugar

Cukai tumbuh 27,02%, hal ini Dipengaruhi implementasi kebijakan (pelunasan cukai) dan pengawasan di bidang Cukai kemudian disebabkan kebijakan relaksasi (pembukaan) daerah tujuan wisata.

Baca Juga :   SD Al-Qur'an Amirul Mukminin Ragas Pulo Ampel Peringati Hari Anak Nasional 2021

Bea Keluar tumbuh 393,67%, bertumbuhnya didorong tingginya harga produk turunan pengolahan kelapa sawit.

Penerimaan bea masuk, bea keluar dan cukai tumbuh signifikan.  Bea Masuk didorong aktivitas impor kebutuhan perdagangan dan industri, Bea Keluar dikontribusi kinerja produk kelapa sawit, sedangkan Cukai dengan kontribusi utama dari jenis BKC MMEA.

Pertumbuhan impor dan ekspor sektoral adalah sebagai berikut :

Ekspor s/d Juni 2022 USD 8,39 miliar, meningkat sebesar 28,09% (YoY). Secara YoY, terjadi peningkatan ekspor pada beberapa komoditas utama dibandingkan tahun sebelumnya, seperti logam mulia (Bab71) meningkat 37%, pesawat dan bagiannya (Bab88) meningkat 157% dan mesin (Bab85) meningkat sebesar 6%;

Impor s/d Juni 2022 adalah sebesar USD 19,60 miliar, meningkat secara YoY 15,99%, didominasi oleh peningkatan impor atas barang modal dan bahan baku.

Kinerja Neraca Perdagangan Sektor Migas dan Non Migas. Neraca Perdagangan  Juni 2022 adalah USD -2,28 miliar atau menguat 2% dibandingkan bulan sebelumnya (Mei-22 : -2,31).

Pertumbuhan neto Neraca Perdagangan bulan Juni 2022 tersebut disebabkan kenaikan eksportasi barang produksi Industri Barang Perhiasan Dari Logam Mulia Untuk Keperluan Pribadi, Industri Pesawat Terbang Dan Perlengkapannya yang nilainya melebihi kenaikan importasi barang produksi Industri Besi Dan Baja Dasar, dan Industri Peralatan Komunikasi Lainnya.

Namun Neto Neraca Perdagangan bulan Juni 2022 masih lebih rendah dibandingkan Neraca Perdagangan  bulan Juni 2021 (YoY), karena kenaikan importasi di sektor migas maupun non migas.

TINGGALKAN KOMENTAR

11 − nine =