Kedudukan Islam dalam kebhinekaan

Kedudukan Islam dalam kebhinekaan

0
BAGIKAN

Banteninfo.com (Opini)- Para founding fathers telah menyepakati pancasila sebagai dasar falsafah bangsa, dimana Bhineka Tunggal Ika menyimpan makna “berbeda beda tetapi tetap satu jua” ini menjadi slogan dari narasi besar pancasila itu sendiri.

Akhir akhir ini bangsa Indonesia sedang ramai dengan isu kebhinekaan. Munculnya isu tersebut terjadi pasca adanya gerakan Aksi Bela Islam 411 dan 212 yang di motori oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, yang mendesak pihak Berwajib untuk menahan saudara Basuki Tjahaja Purnama atau ahok atas dugaan penistaan Agama.

Hal ini pun yang membuat elit penguasa dan politik melakukan safari politik kepada ulama dan umat islam, dengan tujuan untuk meredam kemarahan umat islam. Jika kita melihat lebih dalam Aksi tersebut hanya menuntut keadilan agar Penista Agama dipenjarakan, namun ada saja yang menuduh bahwa aksi tersebut ada motif makar maupun penggulingan terhadap penguasa yang sah.

Baca Juga :   Membangun Sinergi Gerakan Untuk Indonesia Yang Lebih Baik

Kejadian ini pun dimanfaatkan oleh segelintir orang yang anti terhadap gerakan islam, dengan mengarahkan bahwa Islam anti kebinekaan, Pancasila, UUD 45,  dan NKRI. Pada tanggal 4/12/2016 para ketua umum partai yang mendukung Ahok-Jarot mengadakan Aksi tandingan yang bernama “Parade Kita Indonesia” dengan mengusung kebhinekaan.

hal tersebut tentu memberikan kesan bahwa umat islam yang ikut aksi pada 212  anti terhadap kebhinekaan, padahal Islam sudah bicara Kebhinekaan sebelum pancasila, yang telah dijelaskan dalam surah Al Hujuraat :13

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْناكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثى وَجَعَلْناكُمْ شُعُوباً وَقَبائِلَ لِتَعارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِي

“Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” (al-Hujuraat: 13)

Baca Juga :   Perjalanan Demokrasi dan Lahirnya Pilkada Serentak

Sangat disayangkan jika ada beberapa kelompok yang sinis terhadap gerakan Islam hingga memberikan stigma negatif anti kebhinekaan, maupun NKRI. Padahal pada kenyataannya Islam telah mengajarkan makna kebhinekaan dan wajib diamalkan sebagai wujud dari Pengamalan Al-Quran.

Penulis : Abi Luthfi (Ketua FMI Banten).

TINGGALKAN KOMENTAR

7 + 3 =