Kebijakan New Normal Diberlakukan, Ini Kata Wakil Ketua DPRD Kota Serang

Kebijakan New Normal Diberlakukan, Ini Kata Wakil Ketua DPRD Kota Serang

0
BAGIKAN
Foto: Hasan Basri Wakil Ketua DPRD Kota Serang / IM

Serang – Menyoal isu pemberlakuan kebijakan New Normal oleh pemerintah pusat, menjadi perbincangan yang tengah hangat belakangan ini. Pro dan kontra kebijakan di tengah pandemi covid-19 itu pun menyeruak di sebagian kalangan masyarakat. Kebijakan New Normal ini seolah-olah hanya memperhatikan sisi ekonomi dan mengabaikan sisi kesehatan.

Terlepas daripada itu, kebijkan new normal hendaknya mengikuti syarat pemberlakuan yang telah ditetapkan oleh WHO. Hal ini disampaikan oleh Hasan Basri, wakil ketua DPRD Kota Serang dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/05/2020)

“Sebenarnya, kalau kita merujuk kepada 6 panduan/syarat untuk pemberlakuan New Normal dari WHO, masih belum terpenuhi. Misalnya New Normal boleh diberlakukan jika transmisi covid-19 sudah terkendali. Faktanya di beberapa daerah, grafiknya naik, seperti di Kota Serang, meskipun relative stagnan, tapi cenderung naik,” kata Hasan.

Selain daripada itu, rendahnya kesadaran dan kedisiplinan sebagian masyarakat masih kerap terjadi, ditambah dengan terbatasnya fasilitas pencegahan virus di area publik.

“Penggunaan masker, kebiasaan mencuci tangan, masih banyak yang mengabaikan. Terlebih sarana untuk mencuci tangan di sentra-sentra ekonomi dan area publik sangat terbatas. Dan keterlibatan masyarakat dalam proses pencegahan menyebarnya covid-19 juga masih rendah,” ujar Hasan.

Baca Juga :   Peringati HUT RI ke-75, BEM Serang dan GPI Kota Serang  Bagikan 1 Ton Beras kepada Masyarakat

Menurut Hasan, jika memang kebijakan ini nantinya akan diputuskan, mau tidak mau masyarakat yang harus bersiap.

“Kalau pemerintah pusat sudah menetapkan bahwa kita harus bersiap memasuki new normal, tidak ada opsi lain kecuali kita harus menjalankan dan menghadapinya. Tentu dengan catatan, kita harus disiplin, sambil terus mengedukasi, menumbuhkan kesadaran masyarakat agar disiplin terhadap protokol kesehatan,” ucap Hasan.

Berkaitan dengan kemampuan negara menerapkan new normal di tengah grafik pasien positif covid-19 belum menurun, Ia menyebut pemerintah pusat perlu melakukan evaluasi.

“Kita lihat saja nanti setelah diberlakukan. Kalau denan new normal grafiknya (kasus covid-19) semakin naik, maka perlu dievaluasi, apakah dilanjutkan atau kembali dengan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Bahkan kalau sampai terjadi ledakan pertumbuhan yang terpapar covid-19 dan sulit dikendalikan, mungkin rekomendasinya harus lock down (karantina wilayah),” tegas Hasan.

Kebijakan new normal dengan memperhatikan standar pemberlakuan oleh WHO, dianggap menjadi jalan tengah untuk mengatasi persoalan ekonomi dan kesehatan di tengah pandemi.

Baca Juga :   HMB Sukses Gelar Ta'aruf 2018, Ditutup Oleh Kapolsek Panimbang

“Model new normal ini adalah jalan tengah agar ekonomi tetap berjalan, rakyat tetap terjaga dari covid-19. Tentu dengan catatan, kita (pemerintah dan rakyat) harus disiplin dengan panduan dari WHO,” ujar Hasan.

Ia kembali menegaskan bahwa sebelum kebijakan tersebut diberlakukan, panduan dari WHO harus dijalankan terlebih dahulu oleh pemerintah pusat. Selain mengedukasi masyarakat dalam kedisiplinan protokol kesehatan, pemerintah diminta disiplin dalam penggunaan anggaran yang telah ditetapkan.

“Pemerintah harus disiplin menggunakan anggaran yang telah ditetapkan, terutama yang berkaitan dengan jaminan untuk tenaga kesehatan, sosial safety net (jarring pengaman sosial), dan anggaran recovery ekonomi rakyat. Serta peran legislatif sangat dibutuhkan untuk mengawasi pelaksanaannya,” ujar Hasan.

Dalam pernyataan penutupnya, Ia mengingatkan agar masyarakat meningkatkan kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan. Masyarakat juga diajak untuk meningkatkan kesetiakawanan sosial dan kebersamaan untuk saling membantu meringankan beban.

“Semoga Allah segera menghilangkan wabah ini, dan kita kembali ke kehidupan normal yang benar-benar normal,” tutup Hasan. (FN)

TINGGALKAN KOMENTAR

fifteen − eight =