KAMMI Banten Serukan Elemen Masyarakat Pertahankan Kearifan Lokal.

KAMMI Banten Serukan Elemen Masyarakat Pertahankan Kearifan Lokal.

0
BAGIKAN

Banteninfo.com (Banten)- kasus Saeni beberapa hari yang lalu menjadi isu bola salju yang semakin membesar. Pasalnya, dari isu tersebut membuat mendagri angkat bicara. Sebagaimana diketahui mendagri berencana menghapus perda syariah yang bertentangan pandangan pemerintah. Selain itu, adanya shooting pada salah satu media swasta yang bertempat di warteg Saeni, dinilai tidak sesuai dengan budaya banten yang sangat menjaga nilai-nilai Islami.

“kami tentu keberatan dengan adanya shooting tersebut karena dilakukan pada saat umat islam berpuasa, seolah-olah masyarakat Banten anti terhadap Perkat No.2 tahun 2010.” Ujar Deni ketua KAMMI Banten, Rabu (22/16).

Sebagaimana diketahui sebelumnya, adanya yang dilakukan oleh elemen masyarakat Banten yang terdiri dari Mahasiswa, santri, pelajar, ulama dan masyarakat secara umum memprotes atas isu penghapusan perda syariah oleh mendagri dan entertain yang melakukan shooting di warteg Saeni.

Baca Juga :   KAMMI Banten Kutuk Keras Aksi Terror di Masjid Selandia Baru

“Saya rasa menghargai orang yang berpuasa di Banten sudah biasa, dan mereka menghormati, jangan sebaliknya, orang yang berpuasa harus menghormati orang yang tidak berpuasa.” Tegasnya.

Aksi unjuk Rasa tersebut dinilai sebagai protes warga kepada pemerintah yang tidak menghormati nilai-nilai dan kearifan lokal di Banten. Dalam tuntutannya, Massa menilai Mendagri Tjahyo Kumolo semena-mena, membawa kasus Saeni kepada penghapusan perda syariah di seluruh daerah. Selain itu, massa menuntut pemerintah meminta maaf atas tindakannya yang dinilai kurang menghormati kebijakan yang diberlakukan pemerintah daerah.

TINGGALKAN KOMENTAR

eleven + two =