IDRI Banten Gelar Seminar Nasional Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HaKI)

IDRI Banten Gelar Seminar Nasional Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HaKI)

0
BAGIKAN
Foto: Kegiatan seminar IDRI Banten / Wandi

Serang – Ikatan Dosen Republik Indonesia (IDRI) Provinsi Banten menggelar kegiatan Seminar Nasional Hukum dan Perlindungan atas Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) di Aula FSPP Banten, Kota Serang, Kamis (11/04/2019).

Seminar ini diikuti oleh sekitar lima puluh peserta yang sebagian besar adalah dosen dari berbagi perguruan tinggi di Banten.

Ketua IDRI Provinsi Banten, Achmad Rozi El Eroy mengatakan kegiatan seminar tentang HaKI ini adalah bagian dari program kerja IDRI Banten. Tujuan dari kegiatan Seminar HaKI ini adalah untuk memberikan pengayaan kepada dosen dan diharapkan para dosen mampu meningkatkan hasil karyanya terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM. Mengingat, banyak karya dosen yang belum dipatenkan, dikhawatirkan akan diakuisisi dan dijiplak oleh orang lain.

“IDRI menggelar seminar HaKI ini dikarenakan merupakan hal yang sangat strategis baik bagi dosen maupun perguruan tinggi dimana dosen mengabdikan dirinya. HaKI dapat dimanfaatkan oleh dosen dan juga oleh perguruan tinggi sebagai bukti adanya hasil karya dosen yang telah dipatenkan yang selanjutnya dapat memaperkuat kredibiltas perguruan tinggi dan dosen yang bersangkutan,” ujar Rozi.

Baca Juga :   Gelar Seminar dan Launching Aplikasi Erpemart, Rumah Prestasi Upayakan Solusi Ditengah Pandemi

Lebih lanjut Rozi mengatakan seminar ini menghadirkan dua pembicara yaitu Dr. Firdaus dari Universitas Riau, dan Dr. Abdul Rahman, dimana peserta juga diberikan praktek bagaimana memiliki dan membuat akun di website Kementerian Hukum dan HAM yang mengelola pendaftaran hingga penerbitan HaKI.

Pada paparannya, Dr. Firdaus mengatakan bahwa dosen harus menjadi garda terdepan dalam melahirkan kekayaan intelektual, karena kekayaan intelektual merupakan produk dari olah akal pikiran, maka sebagai insan akademis dosen bertanggungjawab untuk terus berinovasi, dan kreasi dalam menciptakan berbagai kekayaan intelektual.

“Kekayaan intelektual secara ekonomi dapat meningkat pendapatan dari pemilik atau pemegang hak, termasuk bagi negara, demikian juga dengan peningkatan kepemilikan kekayaan intelektual akan berbanding lurus dengan kemampuan daya saing bangsa, semakin banyak kekayaan intelektual akan semakin besar potensi Indoensia merebut pasar dunia,” ungkap Firdaus.

Baca Juga :   KI Banten: Baru Sembilan OPD yang sudah Serahkan Laporan Layanan Informasi Publik Tahun 2019

Sementara Dr. Abdul Rahman memaparkan bahwa bilamana dosen telah mengetahui konsep dari HaKI, maka tujuan HaKI itu di antaranya adalah untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya pelanggaran terhadap HaKI milik orang lain.

Lebih lanjut Rahman mengatakan, bahwa manfaat HaKI khususya bagi dosen adalah sebagai kredit poin untuk kenaikan jabatan akademiknya dan dapat juga digunakan program studi saat akreditasi.

 

Wartawan: Wandi / Editor: Fitra Nugraha

TINGGALKAN KOMENTAR

2 × one =