Habib Pendiri Kesultanan Banten

Habib Pendiri Kesultanan Banten

0
BAGIKAN
Masjid Kesultanan Banten

Kesultanan Banten merupakan sebuah negara berdaulat yang pernah wujud di Alam Melayu, dan berdiri di awal abad ke-15. Mayoritas Sejarawan dan orientalis Barat sepakat bahwa, Maulana Hasanuddin adalah salah satu tokoh kunci berdirinya Kesultanan Banten. (Hamka, Sejarah Umat Islam Pra-kenabian hingga Islam di Nusantara, hal.572-575)

Kesultanan Banten berdaulat menjadi negara maju dan merdeka, sejak didirikan pada tahun 1527 sampai akhir  1682. Sesudahnya, Banten dikuasai perusahaan dagang VOC, dan akhirnya dibubarkan oleh pemerintahan kolonial Belanda pada tahun 1813. (Claude Guillot, Banten. Sejarah dan Peradaban Abad X-XVII, hal. 192).

Sebagai sebuah kekuatan politik Islam yang kuat,  Kesultanan Banten tidak bisa lepas dari pengaruh Kesultanan Cirebon. Hubungan darah Maulana Hasanuddin dengan Syarif Hidayatullah atau dikenal juga Sunan Gunung Jati, menjadi alasan.

Sebagai putra seorang Syarif,  silsilah nasab Maulana Hasanuddin bersambung kepada cucu Rasulullah, buah pernikahan putrinya Fatimah dengan Ali bin Abi Thalib. Hoesein Djajadiningrat mencatat, Maulana Hasanuddin menjadi Sultan pada usia 27 tahun. (Hoesein Djajadiningrat, Tinjauan Kritis Tentang Sajarah Banten, hal. 35).

Baca Juga :   Untirta Launching UKM PSQ Tepat Pada Nuzulul Qur'an

Dalam Naskah Kuna Sajarah Banten, sebagaimana yang dicatat Hoesein Djajadiningrat, silsilah Sunan Gunung Djati, tertulis “Setelah meminta maaf kepada Maha Pencipta, kepada Rasulullah, kepada para Wali, mulailah Sandimaya dengan silsilah di bawah ini, dimulai dari Adam: Nabi Adam – Nabi Sis – Nabi Yunus – Kinayah – Malik – Pasir – Nabi Idris – Saleh – Lamak – Nuhud – Asim – Paseh – Palih – Runi – Saro – Pakir – Najur – Nabi Ibrahim – Nabi Ismail –  Sabit – Yasjar – Yurad – Yarad – Japar – Manawi – Udad – Malab – Malah – Ud – Almuhar – Galib – Asim – Abdul Manap – Asim – Abdul Mutalib – Abdullah – Nabi Muhammad – Fatimah – Usen – Jenul Abidin – Jenul Kubra – Jumadil Kubra – Jumadil Kabir – Sultan Bani Israil –  Mahdum Gunung Jati (Syarif Hidayatullah). (Hoesein Djajadiningrat, Tinjauan Kritis Tentang Sajarah Banten, hal. 17).

Baca Juga :   Jejak Islamofobia dan Wajah Persaudaraan Islam

Sedangkan Ibu dari Maulana Hasanuddin adalah Nyai Kawunganten, yang merupakan adik dari Adipati Arya Suryajaya, penguasa Kadipaten Banten Girang, Kerajaan Pakuan Padjadjaran. (Tubagus Najib Al-Bantani, Panembahan Maulana Hasanuddin, Pendiri Kesultanan Banten, hal. 70-71)

Pada tahun 1527, Syarif Hidayatullah mengutus putranya Maulana Hasanuddin untuk berdakwah ke ujung barat pulau Jawa. Dalam perkembangan dakwahnya, kemudian mampu melahirkan sebuah kekuatan politik Islam yang baru, bernama Kesultanan Banten. (Dinar Boontharm, The Sultanate of Banten AD 1750-1808: a Social &  Cultural History, hal.3-4)

Dari keterangan tersebut, nyatalah bahwa Kesultanan Banten didirikan oleh Zuriat Nabi Muhammad SAW. Di sebagian wilayah Nusantara, anak cucu keturunan Rasulullah umum digelari dan di panggil Habib. Untuk itu, bolehlah kita menyebut pula Habib Maulana Hasanuddin adalah Sultan pertama, pendiri Kesultanan Banten.

Oleh: Jemmy Ibnu Suardi. M.Pd.I (Peneliti Mercusuar Institut)

TINGGALKAN KOMENTAR

9 − 4 =