Gejala Umum Sindrom Asperger (SA)

Gejala Umum Sindrom Asperger (SA)

0
BAGIKAN
Foto: hellosehat.com

oleh Yulinarti Setianingrum, S.Pd.

Sindrom Asperger dalam bahasa Inggris sering disebut Asperger syndrome, Asperger’s syndrome, Asperger’s disorder, Asperger’s atau AS) adalah suatu gejala perkembangan syaraf yang terjadi akibat kombinasi dari faktor psikologis, faktor fisiologis dan faktor sosiologis.

Sindrom Asperger ini ditemukan oleh Hans Asperger seorang dokter anak asal Austria pada tahun 1944.

Sindrom Asperger berbeda dengan autis, dapat terlihat dari kemampuan linguistik dan kognitif para penderitanya yang mendominasi tidak menunjukkan penurunan.

Biasanya IQ yang dimiliki oleh anak Sindrom Asperger relatif tinggi atau rata-rata (ini menunjukkan bahwa sebagian besar penderita Sindrom Asperger bisa hidup secara mandiri, tidak seperti autisme lainnya). Sindrom Asperger ini tidak termasuk kedalam kategori penyakit mental.

Bahkan Sindrom Asperger ini sering disebut sindrom profesor kecil atau little professor(s) syndrom. Disebut demikian karena anak yang mengalami sindrom ini memikili perilaku yang unik, cara berpikir dan komunikasi.

Mereka dapat memperlihatkan bermacam-macam karakter dan gangguan yang dialaminya.

Mereka selalu mengalami kesulitan dalam membaca bahasa tubuh dan sering mengalami kesulitan dalam menentukan orientasi ruang dan bentuk. Mempunyai perasaan sensitif yang berlebihan terhadap suara, rasa, penciuman dan pengelihatan, mereka lebih menyukai pakaian yang lembut serta makanan tertentu.

Mereka cenderung terganggu pada suara keributan atau penerangan lampu yang mana orang normal tidak dapat mendengar atau melihatnya.

Penderita Sindrom Asperger dapat terdeteksi ketika anak berusia 5-11 tahun, lain halnya dengan anak autis yang dapat didiagnodis sebelum berusia 2-3 tahun. Kita harus mengetahui gejala umum apa saja yang dialami oleh anak Sindrom Asperger:

Baca Juga :   Bahagia Ramadan dan Transformasi Sosial

1. Perasaan mendalam pada satu aktivitas
Anak yang mengalami Sindrom Asperger biasanya lebih tertarik pada satu atau dua topik tertentu, dengan topik yang ia sukai mereka cenderung mengumpulkan banyak informasi tentang topik tersebut. Mereka pun bisa punya pengetahuan yang banyak tentang topik itu, misalnya kendaraan berat, sepak bola, astronomi, dan sebagainya.

2. Bicara seperti “profesor”
Anak Sindrom Asperger cenderung memiliki kemampuan verbal yang baik. Tetapi karena ada aspek sindrom austisme, mereka hanya mau membicarakan topik kesukaannya saja sepanjang waktu. Entah di saat mereka akan memulai melakukan aktivitas ataupun memulai pembicaraan. Anak asperger biasanya gaya bicara lebih formal dibanding anak seusianya, dan lebih suka ngobrol dengan orang dewasa ataupun anak dibawah usianya. Gaya bicara yang formal dapat dipengaruhi dari minimummya mereka bergaul dengan lingkungan disekitarnya.

3. Tak bisa membaca “kebiasaan sosial”
Ciri utama pada anak Sindrom Asperger adalah kesulitan dalam kehidupan sosial. Mereka sulit membaca bahasa tubuh, ekspresi wajah atau memulai percakapan dua arah dan hanya memiliki tingkat fokus yang sangat sebentar. Ciri lainnya adalah tidak sabaran dan selalu ingin terburu-buru dengan apa yang sedang dikerjakan tanpa memikirkan yang dilakukannya tepat atau tidak, tidak bisa membedakan mana yang humor atau bercanda, dan sulit menerima pendapat berbeda. Karena kesulitannya ini anak penyandang asperger juga sering terisolasi dari pergaulan.

4. Butuh rutinitas
Anak Sindrom Asperger butuh rutinitas harian. Tanpa rutinitas, mereka akan kebingungan atau tak bisa mengontrol emosinya jika ada yang tidak teratur. Karena jika mereka mengalami hal yang menurut mereka tidak teratur mereka langsung menunjukkan bentuk ketidaksetujuannya dengan memprotes secara spontan pada orang yang ada disekitarnya. Begitupun dengan rutinitas yang kurang baik yang sering dilakukan pada anak Sindrom Asperger, ini harus membutuhkan waktu untuk mengarahkannya agar dapat merubah rutinitas yang kurang baik menjadi rutinitas yang baik dilakukan. Ini tentunya membutuhkan bimbingan yang terkonrol dan kontinyu.

Baca Juga :   Trend Pariwisata Banten

5. Kurang empati
Gejala umum lain yang dialami pada anak Sindron Asperger adalah kurang empati pada orang lain. Bahkan pada seseorang yang paling dekat dengannya dalam kesehariannya, mereka bisa seketika cuek dan tidak mempedulikan keadaan sekitar. Seringkali mereka memotong pembicaraan orang lain atau memberi komentar yang tidak relevan, dan suka merespon pembicaraan yang tidak sesuai dengan pembicaraan sebelumnya, mereka lebih spontan sekali saat berbicara, serta bermasalah dengan intonasi suara.

6. Perkembangan motorik terlambat
Beberapa ciri perkembangan motorik pada sindrom ini misalnya sulit menulis dengan rapi, cenderung saat menggambar tidak menggunakan alat yang sesuai, tidak bisa naik sepeda, dan tidak suka melakukan kegiatan olahraga. Namun perkembangan motorik ini dapat teratasi seiring berjalannya waktu dan melakukan terapi secara maksimal.

7. Sensitif
Kebanyakan anak penyandang sindrom asperger sensoriknya sangat sensitif. Seperti sensorik penglihatan, mereka cenderung sensitif dengan cahaya lampu. Sensorik pendengaran mereka lebih sensitif dengan suara keras atau putaran lagu yang menurut mereka tak perlu dinikmati. Sedangkan sensorik peraba atau kulit, mereka sangat sensitif dan mudah gatal-gatal pada area kulit badan dan kaki. Akibatnya mereka dengan mudah terstimulasi oleh sensasi tertentu.

TINGGALKAN KOMENTAR

one × three =