GAPLE STRATEGI ORGANISATORIS

GAPLE STRATEGI ORGANISATORIS

0
BAGIKAN

BANTENINFO.COM (OPINI) – Banyak cara untuk mengahbiskan waktu untuk bersenang-senang, seperti meng-gosip, ngopi, main gitar, main game dan masih banyak lainnya, salah stunya main gaple.

Main gaple banyak di lakukan oleh orang-orang pra sejahtera dan perkampungan. Sering kita jumpai di daerah perkampungan, banyak di mainkan di malam hari setelah persepsi pernikahan, khitanan. Bukan hanya itu, gaple juga banyak di lakukan oleh para tukang ojek pangkalan, tukang becak, di saat waktu kosong sambil menunggu penumpang.

Di kalangan Mahasiswa pun banyak kita jumpai. Ketika pusingnya dengan tugas kuliah, banyak di antara mereka yang melakukan refreshing dengan bermain gaple.

Gaple atau sering kita sebut domino, dulu di buat dalam bentuk kertas tebal, seiring berjalannya waktu, sekarang gaple sudah ada yang berbentuk pelastik dengan ukuran tebal 1-2 cm.

Permainan gaple cukup sederhana. Di mainkan oleh empat orang, 28 kartu di bagi rata ke semua pemain sehingga masing-masing pemain mendapat 7 kartu. Biasanya kartu kosong-kosong di keluarkan di awal dan di teruskan dengan awalan yang sama. Lebih detilnya coba bermain langsung dengan yang berpengalaman atau lihat di youtube.

Baca Juga :   Elegi Perdamaian Untuk Suriah

Main gaple juga bervariasi. Masing-masing daerah biasanya mempunya aturan tersendiri dalam melakukan sistem permainan. Ada yang bertujuan membela diri sendiri dan menutup lawan, ada juga yang berpasangan, artinya dengan jumlah empat pemain, dua pemain bekerja sama untuk menutup lawannya. Buka jalan kawan, tutup jalan lawan.

Dengan seperti itu. Bermain gaple juga bisa mengasah otak. Setiap kartu yang keluar, pemain dengan cermat menghitung, memprediksi kartu yang di pegang lawan, dan berusaha mencari celah membuka jalan untuk kawan dan menutup jalan untuk lawan.

Menurutku strategi yang di lakukan di permainan gaple cukup unik. Dan bisa di lakukan di kehidupan realita. Selain mengasah otak untuk berhitung, secara nomena gaple juga dapat membaca strategi pergerakan lawan. Jadi gaple cocok di lakukan oleh orang-orang organisatoris, karena di dalam organisasi ada beberapa unsur yang di mainkan dalam permainan gaple, seperti strategi cerdas menjadi oposisi, kerja sama dan lainnya.

Pada awalnya saya menganggap gaple sebagai sesuatu yang remeh. Tapi saya ko heran, kenapa teman-teman termasuk yang saya anggap orang jenius ia sangat asik juga main gaple. Setelah melihat fenomena itu, saya tidak lagi mempertanyakan “ada apa dengan teman-teman saya?” tapi saya lebih menanyakan “ada apa dengan permainan gaple?” sehingga bisa menghibur teman-temanku.

Baca Juga :   “Gerak Menggerakan, Hebat Menghebatkan” Geliat Literasi Bersama PPMN

Di balik fenomena permainan gaple, Andi Mallarangeng, mantan politisi Partai Demokrat yang juga mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, menuliskan buku yang bertema “Gaple”. Andi sangat bersemangat menceritakan dan mempresentasikan buku barunya itu. Permainan gaple atau domino ini menjadi kesenangan tersendiri bagi Andi dalam masa hukumnya, sehingga Andi mempunyai niat untuk membedah lebih luas tentang filosofi gaple.

Saya sebagai orang yang sering main gaple sangat berterima kasih kepada yang menciptakan permainan ini. Permainan sederhana, membuat kesan besar khususnya di kalangan penduduk Indonesia.

Bagi kalian yang belum pernah main gaple atau domino silahkan mencoba dan selamat mencoba. Yang penting, main gaple tidak boleh di sertai dengan berjudi, seperti yang di ucapkan oleh Rhoma Irama (Raja Dangdunt), “judi awal dari kehancuran”. Lagipula tidak ada orang kaya dan sukses akibat judi. Hehehe

Penulis, Muhammad Fahri (aray)

(Aktivis HMB Jakarta)

TINGGALKAN KOMENTAR

20 + 6 =