Forum Dema se-UIN Banten Desak Rektorat Turunkan UKT Disaat Covid-19

Forum Dema se-UIN Banten Desak Rektorat Turunkan UKT Disaat Covid-19

0
BAGIKAN

Serang – Sejumlah pimpinan ORMAWA yang tergabung dalam Forum DEMA Se-UIN Banten melakukan kampanye prihal polemik pemotongan UKT. Hal ini merupakan reaksi atas dikeluarkannya Nota Dinas NOMOR :29/Un.17/R/03/2020 oleh Rektorat UIN SMH BANTEN, dimana salah satu isinya menetapkan KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) dilakukan secara daring hingga akhir semester (30 Juni 2020) sejak tanggal 17 Maret 2020.

Juga Surat Edaran Dirjen Pendis mengenai pemotongan UKT, yang mana kemudian dicabut kembali pertanggal 20 April 2020 lalu.

Mahasiswa yang merasa terbebani dalam melakukan kuliah daring karena keterbatasan sinyal juga merosotnya ekonomi sebab dampak dari pandemi Corona saat ini pun merasa kecewa hingga pada akhirnya banyak protes-protes yang dilontarkan para mahasiswa dengan menuntut pihak lembaga untuk segera memberikan kebijakan terkait pemotongan UKT.

Para mahasiswa beralasan perlunya pemotongan UKT karena mereka sudah membayar UKT secara Full dan tidak menikmati fasilitas kampus yang ada sejak dilakukannya kuliah daring tersebut.

Baca Juga :   Hebat! Siswa SMA IT Latansa Cendekia Racik Hand Sanitizer dengan Ekstrak Daun Kersen

Sebetulnya sudah beberapa kali melakukan audiensi secara virtual dengan pihak Rektorat, namun belum juga mendapat kepastian akan tuntutan mahasiswa, hingga pada akhirnya Forum DEMA Se-UIN Banten pun melakukan gebrakan atas tindak lanjut dari audiensi yang dirasa nihil dengan melakukan aksi kampanye langsung pemasangan Banner di sekitaran kampus.

Faiz Naufal Alfarisi, Ketua DEMA Fakuktas Syariah mengatakan kita sudah tahu bahwa sudah beberapa kali pihak DEMA UIN maupun SEMA UIN melakukan audiensi bersama pihak lembaga, namun nyatanya sampai saat ini belum juga ada kepastian mengenai pemotongan UKT itu. “Kami hanya ingin tahu sudah sejauh mana pembahasan antara Rektorat juga Kemenag dalam menyikapi masalah ini. Serta kamipun ingin tahu transparansi terkait pengalokasian dana UKT yang mana dirasa sangat berat untuk memberikan potongan bagi mahasiswanya meskipun ekonomi para keluarga mahasiswa menurun akibat pandemi,” ujarnya.

Baca Juga :   Sukses Raih Akreditasi A, Program Studi Agroekoteknologi Mendapat Apresiasi

Hal ini pun senada dengan yang dikatakan oleh Wakil Presiden Mahasiswa UIN Banten, Fauzan Ardiansyah menjelaskan kegiatan tadi dilakukan karena sampai hari ini tidak ada keterbukaan pihak rektorat kepada mahasiswa meski sudah beberapa kali melakukan audiensi terkait pemotongan UKT ini. “Serta kami pun mencoba merangsang mahasiswa juga agar tidak acuh terhadap permasalahan ini karena masalah ini harus tetap kita kawal bersama-sama. kami hanya ingin meminta hak kami selaku mahasiswa yg belum diberikan oleh Menag dan lembaga rektorat,” ucapnya.

Aksi tadi berjalan lancar dan tetap melakukan protokol kesehatan, meski sebelumnya sempat adu argumen dengan pihak keamanan kampus yang melarang mahasiswa untuk melakukan pemasangan banner tuntutan.

Fauzan Ardiansyah menambahkan ini baru permulaan agar kita tahu lebih jelas respon dari pihak Rektorat. “Kedepan kita masih tetap mengawal masalah ini, meski harus langsung turun aksi ke Rektorat,” tutupnya. (R/FN)

TINGGALKAN KOMENTAR

nineteen − 17 =