BAGIKAN

Pandeglang – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) melaui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Banten, menghimpun guru-guru agama di Kabupaten Pandeglang, Kamis (6/8/2020) untuk diberikan pemahaman tentang potensi dan dampak penyebara paham radikal dan terorisme.

Kegiatan ini bertajuk Internalisasi Nilai-Nilai Agama dan Budaya di Sekolah Dalam Menumbuhkan Moderasi Beragama bertujuan menumbuhkan budaya damai di lingkungan sekolah untuk menciptakan moderasi antarumat beragama.

Inspektur BNPT RI, Buntoro, yang hadir untuk membuka secara resmi kegiatan tersebut mengingatkan pentingnya kita semua dalam upaya merawat perdamaian antar umat beragama. Radikalisme beragama disebutnya hanya akan memantik kerenggangan hubungan harmonis, yang pada ujungnya berpotensi menjadi aksi terorisme.

“Bapak dan Ibu mungkin perlu belajar dari Timur Tengah dan dapat kita lihat saat ini hancur karena radikalisme,” ujarnya.

Baca Juga :   Gebyar Maulid Nabi Bersama Yayasan Sahabat Qur'an

Mantan auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tersebut menambahkan, guru berperan penting mengajarkan kepada anak didiknya tentang perdamaian sedini mungkin. Anak didik perlu diajarkan tentang cara mencintai sesama manusia, menghargai perbedaan, toleransi kepada yang berlainan keyakinan, dan menjalankan ajaran agama sesuai keyakinan tanpa mengusik keyakinan orang lain.

“Di sekolah guru harus mengajarkan bagaimana membangun perdamaian antarumat beragama, di rumah kami orangtua murid yang akan mendampingi anak-anak dalam mempraktikkannya,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama Buntoro juga mengingatkan pentingnya keterlibatan masyarakat, termasuk guru dan tenaga pendidik lainnya, dalam setiap upaya pencegahan penyebarluasan ideologi radikal. Ia mengutip pernyataan Kepala BNPT, Komisaris Jenderal Boy Rafli Amar, bahwa di tengah pandemi Covid-19 masyarakat perlu mewaspadai 2 (dua) virus yang sama-sama mematikan, yaitu Corona dan Radikalisme. “Jangan sampai kita yang sudah merasakan kesulitan ekonomi dan ancaman kesehatan akibat Corona, harus merasa terancam pula oleh terorisme,” tegas Buntoro.

Baca Juga :   Menteri Dalam Negeri BEM KBM UNTIRTA: Pelayanan Keuangan Untirta di Pertanyakan

Sementara itu Ketua FKPT Banten, Amas Tadjuddin mengajakan kepada peserta dan masyarakat Banten untuk sama-sama proaktf dalam melakukan upaya pencegahan radikalisme dan terorisme salah satunya adalah meningkatkan pemahaman agama dengan benar, guru yang tepat dan lingkungan yang tepat. Sehingga dapat meminimalkan berbagai pemahaman yang keliru dalam menjalakan keyakinan beragama yang diakui oleh pemerintah republik Indonesia. (FN)

TINGGALKAN KOMENTAR

five × 2 =