Dibalik Pesona Gunung Luhur Terdapat Limbah B3 Yang Membahayakan 

Dibalik Pesona Gunung Luhur Terdapat Limbah B3 Yang Membahayakan 

0
BAGIKAN
Foto: negeri di atas awan Gunung Luhur / Dodoy

oleh Dodoy/Hidayat Saefulloh

Lebak – Belum pernah terbayang sebelumnya temen – teman hikers kere bagaimana rasanya berada di negeri diatas awan kecuali saat yang pernah naik Gunung diatas 3000 MDPL atau lagi naik pesawat terbang.

Diatas ketinggian cuma 900an meter diatas permukaan laut tapi kok biasa disebut negeri atas awan, penasaran itu dijawab tatkala kaka-kakak hikers kere berada di Gunung Luhur Ciusul, Citorek Kidul, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Baru saya bisa benar-benar merasakan betapa indah dan dahsyatnya Sang Maha Kuasa menciptakan bahkan hanya secuil dari seantero alam ciptaanNya, yang diselimuti gumpalan awan tebal dengan hamparan gunung berlatarbelakangkan langit yang semu, yang bisa memukau siapapun yang berada di Gunung Luhur.

“Negeri di Atas Awan” yup, ungkapan ini sudah menjadi populer sebagai salah satu lokasi wisata yang bisa ditemukan saat trip ke Lebak, Banten. Lokasinya kurang lebih 9 km dari Wewengkon Adat Citorek. Melalui jalan penghubung menghubungkan antara Warungbanten, Cikotok – Citorek – Rangkas Bitung, dengan kondisi jalan yang cukup ekstrim namun menyuguhkan pemandangan yang cukup indah dan menarik.

Di ketinggian sekitar 900 meter dari atas permukaan laut membuat tempat ini menjadi cukup dingin. Jadi, siapkan jaket atau sweater yang cukup tebal ya jika akan berkunjung kesini. Selain itu, prasarana jalanannya juga masih cukup terbatas, belum semuanya ter-aspal dengan rapi sehingga kudu berhati-hati saat berkendaraan naik ke Gunung Luhur, saya sarankan cara paling aman kesana menggunakan kendaraan pribadi, meski terdapat mobil umum yang melayani rute menuju ke Citorek Cikotok dengan tarif 50 ribu-an dari Rangkas masih sedikit hanya 2 atau 3 kali sehari kata Ari petugas pendata wisata Gunung Luhur.

Baca Juga :   Pasar Kaulinan Menes Bersama GenPI Banten Rayakan Ultah ke-1

WhatsApp Image 2019-03-21 at 08.22.53

Saat kunjungan kebetulan saya dan teman-teman menggunakan kendaraan pribadi jadi tak tau persis berapa tarifnya.

Nah, apa menariknya tempat ini? menariknya adalah, jika kamu beruntung, maka kamu akan bisa merasakan bagaimana suasana dan sensasinya berada di atas awan. Bayangkan kamu akan bisa melihat gumpalan-gumpalan kapas tebal berwarna putih yang bergelombang bagaikan ombak di atas udara. Yup, itu adalah hamparan awan putih yang menutupi semua area puncak dari bukit-bukit yang ada di depan Gunung Luhur ini, menutup rapi seluruh lembah, hamparan sawah serta deretan rumah warga yang berada di bawahnya.

Kenapa saya bilang “beruntung” ? karena ternyata, fenomena alam negeri di atas awan ini tidak selamanya bisa terjadi dan akan sangat tergantung pada faktor cuaca dan alam sekitarnya. Jika ternyata hujan turun dengan sangat deras maka jangan harap bisa melihat fenomena ini. Intinya, terdapat beberapa faktor cuaca deh, jadi kudu banyak-banyak berdoa ya kalo mau kesini, biar dikasi kesempatan indah ini hehe.

Baca Juga :   PESONA ALAM "Kampoeng 165" DI PADARINCANG

Kami disarankan untuk datang ke sini pagi-pagi karena gumpalan awan muncul dari jam 6 sampai jam 9 pagi.

Fasiltas pendukung dan yang lainnya juga sudah sangat lengkap, ada warung disekitarnya serta mushola, sarana toilet dan kamar mandi.

WhatsApp Image 2019-03-21 at 08.22.51

Sisi menariknya Banten Kidul bukan itu saja, tapi banyak Curug/Air Terjun yg masih asri dan gratis, situs kepurbalaan serta sisa-sisa peninggalan penjajahan karena dulu daerah sini tersohor dengan emas (logam mulia).

Kami-pun bertanya tentang penambangan masyarakat kepada Pak Akhmad, Ia menuturkan setelah emas dinyatakan habis oleh penjajah Belanda dan Jepang, masyarakat disini tetap menjalankan rutinitas yg sama bercocok tanam dan banyak yang masih bergantung masuk lubang sisa jajahan.

WhatsApp Image 2019-03-21 at 08.22.52 (2)

Sudah menjadi rahasia umum kalau penambangan dilakukan secara ilegal, Ia pun menyayangkan kegiatan usaha pertambangan emas tradisional ini tidak diawasi pemerintah terkait limbah B3-nya.

WhatsApp Image 2019-03-21 at 08.22.52

Pengolahan bijih dilakukan dengan proses amalgamasi dimana merkuri (Hg) digunakan sebagai media untuk mengikat emas. Mengingat sifat merkuri yang berbahaya, yang seharusnya penyebaran logam ini harusnya diawasi oleh Pemda Setempat agar penanggulangannya dapat dilakukan sedini mungkin secara terarah. Selain untuk menekan jumlah limbah merkuri, maka perlu dilakukan perbaikan sistem pengolahan yang dapat menekan jumlah limbah yang dihasilkan akibat pengolahan, pemurnian emas dan yang terpenting adalah upaya pemerintah menyelamatkan warganya dari bahaya tailling atau limbah B3.

TINGGALKAN KOMENTAR

seventeen + 15 =