Ciptakan Inovasi Usaha Berbasis Penyelamatan Lingkungan. Begini Kisahnya…

Ciptakan Inovasi Usaha Berbasis Penyelamatan Lingkungan. Begini Kisahnya…

0
BAGIKAN
Foto : Fitriyah, dosen Universitas Banten Jaya ciptakan daur ulang limbah / Fitriyah

Serang, (15/01/2019). Fitriyah, Dosen Kimia Lingkungan Universitas Banten Jaya atau UNBAJA bersama dengan mahasiswanya berhasil menciptakan cairan pembersih lantai. Cairan ini terbuat dari bahan-bahan alami dan limbah minyak jelantah.

Saat dikonfirmasi oleh banteninfo.com, rabu (15/01). Fitriyah menjelaskan, ide membuat cairan pembersih lantai berasal dari penyelamatan lingkungan dengan pemanfaatan limbah lingkungan disekitar kita. Oleh karena itu Fitri pangggilan akrabnya menyuruh mahasiswa kimia lingkungan UNBAJA untuk berpikir kreatif.

“Berawal dari tugas kampus yang diberikan (oleh Fitiriyah), mendorong mahasiswanya untuk kreatif dalam pemanfaatan limbah lingkungan disekitar kita,” ujarnya.

“Dari situlah muncul ide, pemanfaatan limbah rumah tangga hasil dari minyak goreng/sayur yang telah digunakan oleh masyarakat. Masyarakat biasanya menyebutnya dengan minyak jelantah,” tambahnya.

Baca Juga :   Subadri : PKL, Tunggu Maret 2019!

Banyaknya minyak jelantah yg dihasilkan oleh konsumsi rumah tangga, industri rumah makan sampai dengan tukang gorengan pinggir jalan, merupakan potensi besar dalam mendaur ulang limbah jelantah menjadi bermanfaat dan mempunyai nilai tambah, bahkan bisa menjadi peluang bisnis.

Selain itu, Fitri dan mahasiswanya juga menginisiasi terbentuknya tim Karakter Preneurship Banten.  Tim yang tugasnya menginisiasi usaha mahasiswa berbasis kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan.

Fitri juga akan menginovasi produk-produk lainnya dan akan membawa karboling ini ke kompetensi PKM tingkat nasional.

“Kedepannya kita tidak hanya limbah jelantah yang akan menjadi nilai tambah pemanfaatannya yaitu menjadi karboling (karbol lingkungan), kita akan menghasilkkan yang lain,” pungkasnya.

Baca Juga :   DPW SPHS Banten Gelar Pelatihan Pengembangan Organisasi dan Advokasi

“Kami akan membawa ide ini ke kompetisi PKM tingkat Nasiona,” tutupnya.

 

Wartawan  : Fitra Nugraha

TINGGALKAN KOMENTAR

14 + eighteen =