Cipayung Plus Kota Serang Kritisi 100 Hari Kerja Syafrudin-Subadri Usuludin

Cipayung Plus Kota Serang Kritisi 100 Hari Kerja Syafrudin-Subadri Usuludin

0
BAGIKAN
Foto: Cipayung plus kota Serang demo di depan kantor Walikota Serang / Imad

Serang – Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Kota Serang yang terdiri dari KAMMI, HMI, GMNI, dan GMKI melakukan Aksi Refleksi momentum 100 hari walikota Serang menjalankan roda pemerintahannya di depan kantor Walikota Serang, Kamis (14/03/2019) siang.

Dalam aksi kali ini para mahasiswa menuntut tiga prioritas janji kampanye Syafrudin dan Subadri Usuludin yakni di bidang Ekonomi: relokasi PKL stadion Kota Serang dan tata kota, bidang Ketertiban umum: kemacetan dan bidang kebersihan: pengelolaan sampah dan saluran air atau drainase.

Mahasiswa menganggap Syafrudin dan Subadri masih belum mampu melaksanakam program prioritas dengan sepenuh hati, menyeluruh dan menyentuh langsung pada akar permasalahannya.

Baca Juga :   Toleransi, Penegakan hukum dan Kearifan lokal

“Ya, memang dari tiga program prioritas itu memang pemerintah belum optimal dalam memecahkan permasalahan di kota Serang. Kita harapkan Pemkot (Serang) bisa lebih serius dalam menyelesaikan persoalan-persoalan secara substansial dan menyeluruh,” ujar Fuqon, salah satu peserta aksi kepada wartawan banteninfo.com.

Furqon juga mengatakan bahwa mahasiswa akan terus mengawal program kerja Pemkot Serang. Agar semua program kerjanya mampu menyentuh langsung pada akar permasalahan dan juga seluruh kalangan masyarakat.

Dalam aksi kali ini Cipayung Plus Kota Serang membawa tiga isu besar yang dipermasalahkan.

Pertama, kurang tepatnya tindakan relokasi PKL di stadion yang dilakukan oleh Pemkot Serang.

Kedua, mengenai kemacetan yang sering terjadi di kota Serang, terutama dibilangan Kali Gandu yang setiap hari terjadi kemacetan dan kurang baiknya penataan kota Serang terutama di kawasan pasar Rau dan sepanjang jalan kota masih banyak parkir liar.

Baca Juga :   Pemuda Kampung Terahan Rayakan Idulfitri 1443 H dengan Berbagi

Ketiga, mengenai pengelolaan sampah dan saluran air atau drainase, Pemkot dianggap kurang serius dan maksimal dalam menangani hal ini. Terbukti ketika turun hujan masih banyak jalan-jalan dan perumahan yang ada di kota Serang yang terendam banjir akibat banyaknya sampah yang masuk dan tersumbat di saluran air.

 

Wartawan: Imad / Editor: Fitra Nugraha

TINGGALKAN KOMENTAR

fourteen − 8 =