BAGIKAN

Serang – Adanya keluhan masyarakat dan UMKM mengenai tagihan listrik naik dua kali lipat membuat heboh jagat maya. Apalagi Menteri BUMN Erick Tohir telah mengonfirmasi isu naiknya tagihan listrik yang membengkak.

Isu yang sekarang lagi hot kok tiba-tiba tagihan naik. Kan bukan naik. Yang tadinya bulanan, karena kemarin ada Covid-19 ya tidak tertagihkan, dia bari ditagihkan pada bulan yang bisa ditagihkan. Jadi kayanya ‘wah’ padahal itu tagihan berapa bulan dijadikan satu,” kata Erick Tohir dikutip dari detik.com, Jum’at (12/06/2020).

Untuk mengonfirmasi kenaikan tersebut, watawan banteninfo pun, Jum’at (12/06/2020) terjun ke masyarakat untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.

Nana mulyana seorang warga asal Muncung, RT.1 RW 2 kel. Sumur Pecung yang berprofesi sebagai ojek online ini memiliki rumah tangga daya 900VA mengeluhkan tagihan listriknya naik.

Baca Juga :   Federasi SPKEP - KSPI Geruduk Kantor DPRD dan Pemprov. Banten

“Sebelum adanya Covid saya tiap bulan itu bayar listrik Rp. 150-ribuan. Tapi sekarang diatas Rp. 200 ribu lebih,” kata Nana.

“Saya kaget saat datang ke kantor buat membayar tagihan listrik bulan mei itu ternyata tagihannya naik,” lanjutnya.

Melonjaknya tagihan listrik PLN selama bulan juni 2020 yang di alami pelanggan ini tak menimpa seorang warga asal Sawah Luhur, Kota Serang.

Ekki wahyudi seorang warga link. Cikedung RT/RW 014/006 Sawah Luhur Yang memiliki rumah tangga daya 450VA Mengaku tagihan listriknya tidak naik melainkan gratis.

“Alhamdulillah tagihan listrik dirumah saya gratis selama 3 bulan. Dari bulan April hingga bulan Juni,” kata Ekki. (C/FN)

TINGGALKAN KOMENTAR

sixteen + 3 =