Banteninfo Terima Penghargaan dari Komisi Informasi Provinsi Banten

Banteninfo Terima Penghargaan dari Komisi Informasi Provinsi Banten

0
BAGIKAN

Kota Serang (29/12/2020) – Komisi Informasi (KI) Provinsi Banten memberikan penghargaan kepada portal berita Banteninfo.com sebagai sebuah portal berita yang konsisten menyiarkan informasi-informasi edukatif kepada masyarakat Banten.

Nana Subana, salah satu Komisioner KI Provinsi Banten, memberikan plakat penghargaan yang diterima langsung kepada CEO Banteninfo, Abdul Darda ditemani Pemimpin Redaksi Banteninfo, Jemmy Ibnu Suardi di Gedung Negara yang merupakan museum Provinsi Banten pada Selasa (29/12/2020).

Dalam hal ini, Nana mengungkapkan media online di era keterbukaan informasi saat ini, merupakan pemain penting dalam pendistribusian informasi kepada masyarakat yang sadar dengan dunia digital.

Rasa kebanggan yang tinggi, seperti yang diutarakan Abdul Darda, karena KI Provinsi Banten menjadi garda utama dalam menjaga keterbukaan informasi sehingga masyarakat sadar akan kondisi sosialnya.

Baca Juga :   Komunitas Baca Pandeglang gandeng DPAD Kab.Pandeglang Gelar Dongeng Anak

Hal tersebut juga diafirmasi oleh Jemmy Ibnu Suardi selaku Pemred, dimana Banteninfo akan terus menyampaikan informasi-informasi yang positif ditengah masyarakat Banten.

Komisi Informasi Provinsi Banten berkantor di sisi selatan Museum Gedung Negara, gedung ini awalnya difungsikan sebagai kantor Gubernur Banten sebelum dipindahkan ke KP3B Palima, Kota Serang.

Gedung yang ditempati KI Provinsi Banten ini sarat dengan nilai historis perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. Seperti disebutkan oleh Mufti Ali, Sejarahwan Banten, gedung ini pernah digunakan oleh K.H. Achmad Chatib memerintah Banten sebagai Residen Banten pertama era Kemerdekaan.

Gedung tersebut dibangun dimasa kolonial Belanda, dan menjadi pusat administrasi pemerintahan Kolonial Belanda di Banten, yang masih berdiri tegak sampai sekarang. Tidak hanya urusan administrasi kolonial, diyakini tempat ini juga memiliki ruangan rahasia bawah tanah, yang digunakan untuk menawan lawan-lawan politik kolonial Belanda waktu itu. (MAS)

Baca Juga :   KI Banten Akan Jadi Tuan Rumah Survey Indeks Keterbukaan Informasi Publik

TINGGALKAN KOMENTAR

2 × 5 =