Banjir Menerjang Komplek Untirta

Banjir Menerjang Komplek Untirta

0
BAGIKAN
Foto: BNPD meninjau banjir di kawasan Komplek Untirta / Aldi Agus Setiawan

Serang- Hujan sepanjang malam Minggu (17/2) membuat sejumlah kawasan di kota Serang dilanda banjir.

Salah satu diantaranya adalah Komplek Untirta dan sekitarnya.

Kawasan tersebut sudah menjadi langganan banjir saat musim penghujan tiba. Banjir disebabkan karena volume dan debit air selokan yang meluap.

“Iya, banjir ini karena bantaran kali yang tidak mampu menampung air hujan”, tutur salah seorang warga setempat.

Di satu sisi, bencana banjir ini menjadi sarana bermain yang asik untuk anak-anak. Banyak anak kecil yang berenang di lokasi banjir.

Akibat bencana banjir ini, beberapa warga dievakuasi dan mencari tempat untuk mengungsi. Namun beberapa lainnya masih tetap bertahan di rumah sambil merapikan barang-barangnya.

Baca Juga :   Perkuat Persatuan Masyarakat, Kukerta 08 UIN SMH Banten Gelar Pawai Tahun Baru Islam

Kawasan komplek Untirta seharusnya menjadi kawasan yang nyaman, karena dihuni oleh mahasiswa Untirta yang merantau, namun harus kebanjiran setiap kali debit air hujan naik.

“Malem-malem harus mindahin barang-barang karena hujannya deras banget. Harus ngamanin berkas-berkas kuliah karena air udah mulai masuk kontrakan”, kata Rizki, mahasiswa Untirta semester awal.

Harapannya, semoga ada perhatian khusus dari pihak kampus yang bersinergi dengan perangkat pemerintah setempat, untuk fokus memperbaiki kawasan Komplek Untirta menjadi kawasan yang aman dan nyaman untuk mahasiswa dan warga setempat.

“Padahal komplek ini ada salah satu mantan pejabat daerah, Pak H. Sulhi selaku mantan wakil Walikota Serang. Tapi, dari tahun ke tahun tidak pernah ada itikad memperbaiki bantaran kali”, ujar Novan, salah seorang mahasiswa yang tinggal di daerah tersebut.

Baca Juga :   Ini Kritik dan Evaluasi KAMMI Tangsel terhadap Kepemimpinan Jokowi-JK

Saat ini, pihak BPBD Kota Serang sedang berkoordinasi dan meminta izin kepada pihak RT setempat untuk melakukan pembendungan bantaran kali.

 

Wartawan: Aldi Agus Setiawan / Editor: Upit Fitria

TINGGALKAN KOMENTAR

2 × 3 =