Lokomotif Gerakan Pariwisata di Banten

Lokomotif Gerakan Pariwisata di Banten

Foto : Tempat wisata pantai karoeng labuan

0
BAGIKAN

Penulis : Ahmad Syafaat, Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Agama UNMA Banten / Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM HMI Cabang Pandeglang.

Banteninfo(Opini),- Provinsi Banten memiliki potensi pengembangan pariwisata dalam bidang usaha kepariwisataan yang luas dan beraneka ragam, baik yang berbasis alam, budaya, sejarah hingga binaan (buatan) termasuk usaha-usaha turunannya.

Sektor pariwisata memiliki dampak berganda yang luas, mampu menjamah semua sendi perekonomian. Tak hanya menggerakkan sirkulasi ekonomi usaha bermodal besar, pariwisata juga dapat mengalir pada sektor ekonomi rakyat paling mikro. Usaha mikro pun dapat menyerap peluang usaha industri pariwisata. Dalam skala lebih luas, industri pariwisata akan mendorong industri perhotelan, transportasi, perdagangan, dan biro perjalanan yang cukup padat modal. Berbagai aktivitas tersebut semakin menegaskan peranan industri pariwisata bagi perekonomian nasional yang cukup penting, terutama di regional khususnya di Banten.

Baca Juga :   Banten Harus Belajar Dari Bali

Oleh karena itu, sudah sangat tepat menjadikan sektor pariwisata sebagai leading sector atau lokomotif perekonomian. Dalam hal tersebut, sektor pariwisata memiliki daya dorong yang menggerakkan berbagai potensi daerah. Sektor wisata dapat mengembangkan potensi unggulan dan memajukan berbagai sektor jasa lainnya.

Secara istilah, pariwisata berasal dari bahasa Sansekerta yang terdiri dari dua suku kata, yaitu pari dan wisata. Pari berarti berulang-ulang atau berkali-kali, sedangkan wisata berarti perjalanan atau bepergian. Jadi pariwisata berarti perjalanan yang dilakukan secara berulang-ulang (Yoeti, Oka A,1983). Sedangkan, dalam pengertian pariwisata pada undang-undang yang mengatur tentang kepariwisataan, yaitu Undang-Undang No 10 Tahun 2009, menyatakan bahwa wisata adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan rekreasi, pengembangan pribadi, atau mempelajari keunikan daya tarik wisata yang dikunjungi dalam jangka waktu sementara.

Baca Juga :   The Nature Of a Young Man

Dari kedua pengertian itu dapat dikatakan, bahwa pariwisata merupakan perjalanan sementara yang dilakukan berulang untuk memperoleh hiburan. Sedangkan sektor pariwisata merupakan sektor yang memenuhi kebutuhan pariwisata. Hal ini menjadi deskripsi kita semua bahwa lokomotif gerakan pariwisata menjadi lokomotif pembaharu dalam menunjang ekonomi keumatan baik dari skala mikro ataupun skala makro (global).

Segala potensi pariwisata di Banten mendorong masyarakat untuk berkreasi menopang ekonomi, karena minat masyarakat indonesia sangat tinggi sekali dalam bidang pariwisata, sejauh apapun jaraknya pasti akan ditempuh, yang terpenting kepuasan dan kenyamanan dalam melakukan wisata.

Mari kita optimalkan potensi pariwisata di Banten dengan menjunjung tinggi kearipan lokal sudah saatnya Banten lebih maju melalui Bidang Pariwisata. ***

TINGGALKAN KOMENTAR

thirteen − ten =